
Pasangan mata uang EUR/USD menguat dan bergerak mendekati level tertinggi mingguan seiring Dolar AS melemah, menyusul laporan sektor jasa AS yang lebih lemah dari perkiraan dan menimbulkan keraguan baru terhadap kekuatan ekonomi Amerika Serikat. Kekhawatiran yang kembali muncul tentang stagflasi (perlambatan pertumbuhan ekonomi disertai inflasi tinggi) menekan Dolar AS mendekati posisi terendah, sementara dari sisi Eropa, data konsumsi ritel belum mampu memberikan dorongan signifikan bagi Euro.
Euro saat ini diperdagangkan di sekitar 1.1580 pada sesi awal Eropa hari Rabu, setelah sebelumnya memantul dari level rendah 1.1530 pada hari Selasa. EUR/USD mempertahankan sebagian besar penguatannya sejak hari Jumat lalu, menyusul rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang mengecewakan dan mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Data PMI sektor jasa AS yang dirilis Selasa menunjukkan bahwa aktivitas sektor tersebut melambat mendekati stagnasi di bulan Juli. Sub-indeks ketenagakerjaan mencatat penurunan yang semakin dalam, sementara harga naik ke level tertinggi dalam hampir tiga tahun. Pesanan baru mengalami stagnasi dan pesanan ekspor merosot tajam.
Data ini juga datang setelah revisi turun tajam pada laporan ketenagakerjaan bulan sebelumnya, memperkuat bukti bahwa kebijakan tarif Presiden Trump mulai berdampak pada perekonomian AS”menghambat pertumbuhan dan mendorong inflasi. Kombinasi ini menjadi tantangan berat bagi The Fed dalam menentukan arah suku bunga.
Sementara itu, spekulasi bahwa Presiden AS Donald Trump akan menunjuk pengganti Adriana Kugler di Dewan Gubernur The Fed dari kalangan loyalis, serta kemungkinan mengganti Ketua The Fed Jerome Powell jauh sebelum akhir masa jabatannya pada Mei tahun depan, juga memicu kekhawatiran atas independensi bank sentral dan menambah tekanan terhadap Dolar AS.
Untuk kalender hari Rabu, fokus pasar tertuju pada data penjualan ritel zona euro, sementara dari AS, pidato dari pejabat The Fed yakni Susan Collins, Lisa Cook, dan Mary Daly akan menjadi perhatian utama investor guna mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed pada pertemuan bulan September mendatang. (azf)
Sumber: FXstreet
Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...
EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...
Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...
Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...
EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...