
EUR/USD melemah dari level tertinggi dua minggu di 1,1761 yang dicapai pada hari Selasa, diperdagangkan di sekitar 1,1740 selama sesi Asia pada hari Rabu(23/7). Pasangan mata uang ini terdepresiasi seiring penguatan Dolar AS (USD).
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan Jepang yang mencakup tarif 15% atas ekspor Jepang ke AS. Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Jepang akan berinvestasi $550 miliar di AS dan membuka pasarnya untuk produk-produk utama Amerika.
Presiden Trump mengatakan dalam pertemuan dengan Presiden Filipina Bongbong Marcos pada hari Selasa bahwa "Saya pikir kita akan mencapai kesepakatan perdagangan; kita hampir mencapai kesepakatan perdagangan." Saya tidak keberatan jika Filipina menjalin hubungan baik dengan Tiongkok, tambahnya.
Namun, kenaikan Dolar AS dapat tertahan karena kekhawatiran yang masih berlanjut atas independensi Federal Reserve (The Fed). Trump memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali mengkritik Ketua The Fed Jerome Powell, dengan mengatakan, "Powell toh akan segera lengser; dia harus lengser dalam delapan bulan." Trump berargumen bahwa perekonomian tetap kuat dan mengklaim The Fed mempertahankan suku bunga terlalu tinggi, menegaskan, "Kita seharusnya berada di 1%."
Para pedagang menunggu rilis data Kepercayaan Konsumen Komisi Eropa (EC) yang akan dirilis hari ini, dengan ekspektasi penurunan sebesar 15 poin di bulan Juli. Lebih lanjut, Bank Sentral Eropa (ECB) dijadwalkan untuk menyampaikan keputusan suku bunga pada hari Kamis, tanpa ada perubahan suku bunga yang diharapkan.
Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan bulan lalu bahwa siklus pelonggaran akan segera berakhir setelah delapan kali pemangkasan suku bunga seperempat poin yang membawa suku bunga deposito menjadi 2,0%. (azf)
Sumber: FXStreet
EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...
Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...
Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...
EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...
EUR/USD mencatatkan pelemahan moderat selama sesi Amerika Utara pada hari Jumat karena Dolar AS (USD) bertahan kuat setelah rilis data ekonomi yang beragam dan komentar dovish dari pejabat Federal Res...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...
Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...
Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...