
Euro (EUR) menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin, meskipun sentimen pasar tetap suram di tengah krisis Timur Tengah. PMI Flash HCOB yang lebih buruk dari perkiraan di Zona Euro hampir tidak memengaruhi mata uang bersama, sementara PMI Jerman menunjukkan sedikit perbaikan, meskipun tetap dalam wilayah kontraksi. Pada saat penulisan, EUR/USD diperdagangkan pada 1,1567, naik 0,40%.
Geopolitik menjadi pendorong utama pada hari Senin, saat kita memasuki minggu perdagangan terakhir di bulan Juni. Sabtu lalu, AS melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir paling kritis di Iran, menyusul upaya Gedung Putih yang gagal mencapai kesepakatan dengan Teheran.
Akibatnya, Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan AS di Qatar. Mengenai pangkalan Ain al-Assad di Irak, sirene dinyalakan, sebagai persiapan untuk serangan yang diharapkan, tetapi tidak ada rudal yang diluncurkan. Bersamaan dengan aksi militer, parlemen Iran memutuskan untuk menangguhkan kerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Berdasarkan data, S&P Global mengungkapkan bahwa aktivitas bisnis di AS meningkat di sektor manufaktur. Mengenai layanan, perusahaan melaporkan bahwa mereka tumbuh dengan kecepatan yang sehat, meskipun angka bulan Juni turun dibandingkan dengan angka bulan sebelumnya.
Di seberang lautan, PMI Flash HCOB Zona Euro memburuk lebih jauh, meleset dari perkiraan. Di Jerman, PMI Flash membaik, memberikan sedikit kelegaan pada mata uang bersama, meskipun Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menyebutkan bahwa "data survei secara keseluruhan menunjukkan beberapa prospek yang lebih lemah untuk aktivitas ekonomi dalam waktu dekat."
Sekarang, perhatian pedagang EUR/USD beralih ke kesaksian Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell di hadapan Kongres AS dan pembicara Fed. Di Zona Euro, agenda akan menampilkan rilis Iklim Bisnis IFO Jerman untuk bulan Juni, dan pidato oleh ECB De Guindos dan Kepala Ekonom ECB Philip Lane.(Cay)
Sumber: Fxstreet
Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...
EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...
Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...
Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...
EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...