Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
EUR/USD Bergerak Lebih Rendah Karena Dolar AS Menguat Setelah Spekulasi Kesepakatan AS-Tiongkok
Wednesday, 11 June 2025 15:32 WIB | EUR/USD |EUR/USD

EUR/USD telah jatuh ke sedikit di atas 1,1400 pada hari Rabu, karena dolar AS menguat menyusul berita utama bahwa perwakilan AS dan Tiongkok telah mencapai kerangka kerja untuk mengurangi tarif perdagangan.

Kesepakatan tersebut sekarang harus disetujui oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Tiongkok Xi Jinping, dan rinciannya masih sedikit, yang menyebabkan reaksi pasar yang suam-suam kuku sejauh ini.

Investor menyambut berita tersebut dengan skeptis, karena hal itu membiarkan tarif tetap berlaku, meskipun pada tingkat yang lebih rendah, dan menawarkan sedikit jaminan tentang keberlangsungan tarif tersebut. Reaksi pasangan mata uang tersebut tetap terbatas pada kisaran yang sama antara 1,1375 dan 1,1455 yang terlihat selama dua minggu terakhir.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengonfirmasi bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan untuk menerapkan konsensus Jenewa, yang sebelumnya dibatalkan karena keluhan AS tentang pembatasan Tiongkok pada perdagangan tanah jarang.

Selain itu, pengadilan federal AS mengatakan tarif Trump yang paling luas akan tetap berlaku sementara, setidaknya sampai hakim memutuskan putusan pengadilan yang lebih rendah yang menyatakan tarif tersebut ilegal beberapa minggu lalu.

Pada kalender ekonomi, fokusnya adalah pada data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Mei yang akan dirilis hari ini, yang diperkirakan akan menunjukkan inflasi meningkat secara moderat dan dapat memicu kembali kekhawatiran tentang stagnasi.(alg)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Dolar AS Tergelincir, Drama Greenland Bikin Panas AS Eropa...
Monday, 19 January 2026 15:17 WIB

Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...

EUR/USD tetap defensif karena Dolar AS menguat di tengah perdagangan yang tipis...
Wednesday, 31 December 2025 19:40 WIB

EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...

EUR/USD Ngegas Lagi?...
Wednesday, 17 December 2025 08:51 WIB

Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...

Euro Menguat ke Level Tertinggi Dua Minggu...
Monday, 1 December 2025 16:47 WIB

Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...

Euro Diam-Diam Menekan Dolar?...
Friday, 28 November 2025 07:25 WIB

EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS