
EUR/USD menguat setelah mencapai level terendah mingguan di 1,1210, naik tipis lebih dari 0,70% pada hari Kamis (29/5) karena data ekonomi ketenagakerjaan dari Amerika Serikat (AS) melemah, melemahkan Dolar AS, yang juga terpuruk oleh penurunan imbal hasil AS. Pada saat penulisan, pasangan ini diperdagangkan pada 1,1376.
Dokumen ekonomi AS mengungkapkan bahwa warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran meningkat pada minggu yang berakhir pada 24 Mei, seperti yang dilaporkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS. Selain itu, konfirmasi kontrak dalam angka Produk Domestik Bruto (PDB) untuk Q1 2025 menekan Greenback dan mengangkat EUR/USD di atas angka 1,1300.
Setelah rilis data tersebut, para pedagang memperkirakan hampir dua kali pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada akhir tahun, menurut kontrak berjangka suku bunga dana federal Desember 2025.
Data lain menunjukkan bahwa Penjualan Rumah Tertunda pada bulan April turun paling banyak sejak September 2022.
Sementara itu, para pedagang membeli Greenback, yang menurut Indeks Dolar AS (DXY), turun 0,57%, pada level 99,30.
Di seberang lautan, data ekonomi Zona Euro (UE) sepi hari ini. Namun, data tersebut akan meningkat pada hari Jumat. Jerman akan merilis Penjualan Ritel untuk bulan April dan angka inflasi untuk bulan Mei. Italia akan menampilkan angka inflasi.
Di AS, para pedagang EUR/USD akan mengambil isyarat dari Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), pengukur inflasi favorit Fed, yang diperkirakan akan melambat secara moderat pada bulan April.(alg)
Sumber: FXstreet
Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...
EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...
Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...
Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...
EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...