
EUR/USD merosot mendekati 1,0830 karena Dolar AS (USD) menguat, sementara investor mencerna prospek ekonomi Amerika Serikat yang suram di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, yang diantisipasi oleh Federal Reserve (Fed). Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, naik mendekati 104,00.
Pada hari Rabu, Fed membiarkan suku bunga pinjaman utama tidak berubah dalam kisaran 4,25%-4,50%, seperti yang diharapkan, untuk kedua kalinya berturut-turut dan tetap berpegang pada panduan mereka untuk dua kali pemotongan suku bunga tahun ini seperti yang diproyeksikan dalam pertemuan kebijakan Desember. Fed menyatakan tidak terburu-buru untuk penyesuaian kebijakan moneter di tengah ketidakpastian yang "sangat tinggi" pada kebijakan Presiden. "Kami tidak akan terburu-buru untuk melanjutkan pemotongan suku bunga," kata Ketua Fed Jerome Powell dalam konferensi pers karena "tarif cenderung menurunkan pertumbuhan dan menaikkan inflasi." The Fed merevisi perkiraan mereka untuk Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti tahun ini menjadi 2,8%, naik dari 2,5% yang diproyeksikan dalam pertemuan Desember. Bank sentral merevisi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini lebih rendah menjadi 1,7% dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,1% meskipun tetap yakin bahwa kondisi pasar tenaga kerja slid.
Bertentangan dengan "pendekatan tunggu dan lihat" The Fed, Presiden AS Trump mengatakan bahwa bank sentral seharusnya memangkas suku bunga karena dampak tarif sedang beralih ke dalam perekonomian. "The Fed akan jauh lebih baik jika memangkas suku bunga karena tarif AS mulai beralih (melonggarkan!) ke dalam perekonomian. Lakukan hal yang benar," kata Trump dalam sebuah posting di Truth Social setelah keputusan kebijakan The Fed. Trump telah menganjurkan suku bunga yang lebih rendah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.(Newsmaker23)
Sumber: FXstreet
Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...
EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...
Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...
Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...
EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...