Monday, 26 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Euro sedikit turun, dolar menguat di tengah perdebatan belanja Jerman, data PPI AS
Friday, 14 March 2025 00:21 WIB | EUR/USD |EUROPE

Euro turun sedikit karena para pedagang mengukur hasil utang di Jerman seputar reformasi fiskal besar, meskipun mata uang tersebut bertahan di sekitar level tertinggi multi-bulan terhadap dolar AS.

Pada pukul 10:12 ET (14:12 GMT), euro telah turun terhadap dolar sebesar 0,3% menjadi $1,0860, tetapi tetap mendekati level tertinggi lima bulan yang dicapai awal minggu ini. Poundsterling turun tipis terhadap dolar menjadi $1,2946.

Para anggota parlemen di Jerman sedang mempertimbangkan dana 500 miliar euro yang diusulkan untuk belanja pertahanan dan infrastruktur, serta pelonggaran terhadap aturan pinjaman yang secara tradisional ketat di negara itu. Rencana tersebut telah diajukan oleh partai-partai yang secara luas diperkirakan akan membentuk pemerintahan koalisi berikutnya di ekonomi terbesar Eropa.

"Beberapa hari yang lalu, Partai Hijau mengatakan pihaknya mengharapkan kesepakatan dengan calon Kanselir Friedrich Merz pada akhir minggu ini," kata analis di ING dalam sebuah catatan kepada klien. "Setelah itu diumumkan, kita bisa melihat kenaikan tajam dalam euro, meskipun pasar sudah hampir sepenuhnya memperhitungkannya." Di tempat lain, indeks dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang sejenisnya, naik 0,2% menjadi 103,82, karena pasar mempertimbangkan implikasi dari pembacaan harga produsen untuk Februari yang secara tak terduga tidak berubah secara bulanan. Pejabat Federal Reserve kemungkinan akan memantau dengan cermat komponen-komponen dalam angka-angka yang menjadi faktor pengukur inflasi yang disukainya, terutama menjelang pertemuan kebijakan moneter bank sentral mendatang minggu depan. Ketegangan perdagangan internasional yang sedang berlangsung juga menjadi fokus, terutama setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 200% pada impor alkohol dari Uni Eropa sebagai tanggapan terhadap blok tersebut yang meluncurkan tindakan balasan terhadap pungutan baja dan aluminiumnya.

Investor juga memantau potensi penutupan pemerintah AS setelah Senat Demokrat mengatakan mereka akan memblokir RUU untuk mencegah penutupan pemerintah federal.
"Stabilisasi mungkin akan terjadi untuk saat ini; dalam beberapa minggu mendatang, kami masih melihat risiko kenaikan untuk dolar AS," kata analis di ING.(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Dolar AS Tergelincir, Drama Greenland Bikin Panas AS Eropa...
Monday, 19 January 2026 15:17 WIB

Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...

EUR/USD tetap defensif karena Dolar AS menguat di tengah perdagangan yang tipis...
Wednesday, 31 December 2025 19:40 WIB

EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...

EUR/USD Ngegas Lagi?...
Wednesday, 17 December 2025 08:51 WIB

Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...

Euro Menguat ke Level Tertinggi Dua Minggu...
Monday, 1 December 2025 16:47 WIB

Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...

Euro Diam-Diam Menekan Dolar?...
Friday, 28 November 2025 07:25 WIB

EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS