
EUR/USD terkoreksi mendekati 1,0360 pada sesi Eropa akhir hari Kamis (6/2). Pasangan mata uang utama ini turun karena Dolar AS (USD) menguat setelah penurunan tajam dalam tiga hari perdagangan terakhir. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, pulih mendekati 108,00 dari level terendah mingguan di 107,30.
Pemulihan Dolar AS tampaknya merupakan hasil dari kehati-hatian investor menjelang data Nonfarm Payrolls (NFP) Januari, yang akan dirilis pada hari Jumat. Data Perubahan Ketenagakerjaan ADP yang optimis untuk Januari telah memberikan kesan positif bagi data ketenagakerjaan resmi. ADP melaporkan pada hari Rabu bahwa sektor swasta menambah 183 ribu pekerja bulan lalu, jauh lebih tinggi dari perkiraan 150 ribu dan rilis sebelumnya sebesar 176 ribu.
Investor akan mencermati data ketenagakerjaan AS hari Jumat karena akan memengaruhi spekulasi pasar tentang berapa lama Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga tetap pada kisaran saat ini 4,25%-4,50%. Minggu lalu, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral akan melakukan penyesuaian kebijakan moneter hanya setelah melihat "kemajuan nyata dalam inflasi atau setidaknya beberapa kelemahan di pasar tenaga kerja".
Sementara itu, pejabat Fed tidak yakin tentang prospek kebijakan moneter karena mereka berjuang untuk memprediksi dampak agenda ekonomi Presiden AS Donald Trump. Pada hari Rabu, Presiden Chicago Fed Bank Austan Goolsbee mengatakan, "Jika kita melihat inflasi meningkat atau kemajuan terhenti pada tahun 2025, Fed akan berada dalam posisi sulit untuk mencoba mencari tahu apakah inflasi berasal dari pemanasan berlebihan atau apakah itu berasal dari tarif." (Newsmaker)
Sumber: FXstreet
Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...
EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...
Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...
Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...
EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...