
Momentum bullish di balik Euro menguap pada hari Selasa (17/12), menyeret pasangan ini kembali di bawah level 1,0500 karena para pedagang bersiap untuk keputusan suku bunga akhir Federal Reserve (Fed) pada tahun 2024. Data Eropa relatif ringan minggu ini, memaksa para pedagang Fiber untuk menavigasi sejumlah besar data AS.
Pasar Euro sebagian besar mengabaikan penampilan beberapa pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) di awal minggu, dan meskipun angka PMI Eropa bulan Desember mengalahkan ekspektasi. Angka survei PMI Jasa pan-UE tetap berkontraksi karena kekhawatiran atas perlambatan ekonomi yang semakin dalam di Eropa terus meresahkan investor dan bisnis.
Angka Penjualan Ritel AS melonjak lebih tinggi menjadi 0,7% MoM, memicu sedikit kekhawatiran di antara para investor bahwa mungkin Fed mungkin tidak perlu mengejar strategi pemotongan suku bunga yang agresif, terutama ketika memperhitungkan kenaikan baru-baru ini dalam metrik inflasi. Meskipun demikian, pasar masih memperkirakan pemangkasan suku bunga ketiga berturut-turut oleh Fed pada hari Rabu, dengan peluang 95% pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps menurut FedWatch Tool milik CME.
Sumber: FXStreet
Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...
EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...
Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...
Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...
EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...