
EUR/USD melonjak di sekitar resistensi utama 1,0900 pada sesi Eropa hari Senin (04/10). Pasangan mata uang utama ini melonjak karena Dolar AS (USD) di tengah meningkatnya ketidakpastian menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) pada hari Selasa dan pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) pada hari Kamis.
Dolar AS mengawali minggu ini dengan nada bearish, dengan Indeks Dolar AS (DXY) turun di bawah 103,70 karena pelaku pasar memperkirakan persaingan ketat antara mantan Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden saat ini Kamala Harris
Penjualan tajam Dolar AS terjadi setelah rilis Jajak Pendapat Des Moines Register/Mediacom Iowa, yang menunjukkan Harris unggul tiga poin atas Trump di negara bagian tersebut, Reuters melaporkan. Hasil survei pendapat tersebut menandai perubahan haluan dari September di negara bagian yang dimenangkan Trump pada tahun 2016 dan 2020.
Para pedagang melihat kemenangan Trump sebagai hal yang positif bagi Dolar AS dan imbal hasil Treasury karena ia telah berjanji untuk menaikkan tarif impor dan menurunkan pajak, langkah-langkah yang kemungkinan akan meningkatkan tekanan inflasi dan memaksa Fed untuk kembali ke sikap kebijakan yang ketat. Sebaliknya, kemenangan Harris dianggap sebagai kelanjutan dari kebijakan pemerintah saat ini, yang ditafsirkan para pedagang sebagai hal yang menguntungkan bagi mata uang yang sensitif terhadap risiko.
Sementara itu, Fed akan bertemu pada hari Kamis untuk memutuskan tentang suku bunga. Namun, pertemuan tersebut kemungkinan akan dibayangi oleh hasil pemilu AS dan juga oleh fakta bahwa para pedagang telah sepenuhnya memperhitungkan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps), yang akan mendorong suku bunga pinjaman utama lebih rendah menjadi 4,50%-4,75%, menurut alat CME Fedwatch.
Namun, investor akan mencermati panduan untuk tindakan kebijakan moneter untuk pertemuan terakhir tahun ini yang akan diadakan pada bulan Desember. Pasar juga memperkirakan bahwa Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) bulan depan.(ayu)
Sumber: FXStreet
Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...
EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...
Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...
Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...
EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...