
Harga minyak anjlok hampir 3,5% pada hari Senin karena OPEC+ berencana meningkatkan produksi minyak lagi pada bulan November dan dimulainya kembali ekspor minyak oleh wilayah Kurdistan Irak melalui Turki yang meningkatkan prospek pasokan global.
Harga minyak mentah Brent turun $2,42, atau 3,5%, menjadi $67,71 per barel pada pukul 11.33 ET (15.33 GMT) setelah mencapai level tertinggi sejak 31 Juli pada hari Jumat. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun $2,42, atau 3,7%, menjadi $63,32.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC+) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, kemungkinan akan menyetujui peningkatan produksi minyak mentah lagi pada pertemuannya hari Minggu.
Kelompok tersebut diperkirakan akan mengonfirmasi peningkatan setidaknya 137.000 barel per hari untuk bulan November karena kenaikan harga minyak mendorong upaya untuk mendapatkan kembali pangsa pasar, kata tiga sumber.
Namun, OPEC+ telah memompa hampir 500.000 barel per hari lebih rendah dari targetnya, bertentangan dengan ekspektasi pasar akan kelebihan pasokan.
"Dengan OPEC+ yang beralih ke pangsa pasar, fundamental terlihat lebih lemah, dan kekhawatiran akan kelebihan pasokan masih ada," kata kepala ekonom Rystad Energy, Claudio Galimberti.
Minyak mentah mengalir melalui pipa dari wilayah semi-otonom Kurdistan di Irak utara ke Turki untuk pertama kalinya dalam 2,5 tahun pada hari Sabtu, kata kementerian perminyakan Irak.
Aliran minyak mentah dari Kurdistan ke pelabuhan Ceyhan di Turki mencapai 150.000-160.000 barel per hari, dua sumber industri mengatakan kepada Reuters pada hari Senin.
Dimulainya kembali produksi minyak mentah diperkirakan akan mengembalikan hingga 230.000 barel per hari ke pasar internasional.
Penurunan harga minyak pada hari Senin menyusul kenaikan mingguan lebih dari 4% untuk kedua acuan harga minyak pekan lalu setelah serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia menghantam ekspor bahan bakar negara itu.
"Ukraina tentu saja mencium bau darah di sini. Jika ada, Ukraina kemungkinan akan menggandakan serangan strategisnya terhadap kilang-kilang Rusia," kata analis SEB.
Rusia menggempur Kyiv dan wilayah lain di Ukraina pada Minggu pagi dalam salah satu serangan terlama di ibu kota sejak invasi Rusia pada tahun 2022.
Presiden AS Donald Trump juga menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk pembicaraan penting pada hari Senin guna mendesaknya mendukung proposal perdamaian Gaza yang bertujuan mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir dua tahun yang telah membuat Israel menghadapi isolasi internasional yang semakin besar.(Cay)
Sumber: Investing.com
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...