Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
AS Mau Pegang Keran Minyak Venezuela?
Thursday, 8 January 2026 07:11 WIB | OIL |brent oilOil,

Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih berada di bawah US$60/barel.

Kenaikan kecil ini terjadi karena trader menimbang rencana AS yang disebut ingin mengendalikan penjualan minyak Venezuela ke depan. Artinya, bukan cuma soal sanksi, tapi juga soal siapa yang "mengatur" aliran minyak Venezuela ke pasar.

Menteri Energi AS, Chris Wright, menyebut pemerintah AS akan memulai dengan menawarkan minyak yang sudah tersimpan (stored crude), lalu setelah itu berlanjut ke penjualan pasokan minyak Venezuela. Kementerian Energi AS juga menyatakan minyak tersebut sudah mulai dipasarkan.

Dari sisi Venezuela, perusahaan minyak negara PDVSA mengklaim sedang bernegosiasi dengan Washington agar penjualan minyak bisa berjalan lewat kerangka yang mirip dengan kerja sama Chevron”yang selama ini dikenal sebagai satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang masih beroperasi di negara tersebut.

Di sisi politik, Presiden Donald Trump mendorong perusahaan-perusahaan AS untuk ikut membangun kembali industri energi Venezuela yang melemah setelah bertahun-tahun kurang perawatan dan investasi. Pemerintah AS juga mulai melakukan pelonggaran sanksi secara selektif sebagai bagian dari upaya itu.

Sementara itu, tekanan AS juga terlihat di laut: AS kembali menyita dua tanker yang terkait sanksi, termasuk kapal Bella 1 yang sempat lolos dan kemudian berupaya melindungi diri dengan registrasi bendera Rusia, sebelum akhirnya berhasil dicegat di Atlantik.

Inti Poin :

- Minyak naik tipis, pasar masih "wait and see" setelah sesi sebelumnya melemah.

- AS menyiapkan skema untuk mengatur/menentukan penjualan minyak Venezuela ke depan.

- Tahap awal: jual stored crude, lalu lanjut ke pasokan minyak Venezuela berikutnya.

- PDVSA mengaku sedang negosiasi mekanisme penjualan mirip skema Chevron.

- AS makin agresif menekan lewat jalur maritim dengan penyitaan tanker terkait sanksi.(asd)

Sumber: Newsmaker

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS