Tuesday, 27 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Stabil, Pasar Tunggu Sikap Trump pada Rusia
Friday, 8 August 2025 20:22 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak mulai stabil setelah mengalami penurunan beruntun, seiring para pelaku pasar menanti langkah selanjutnya Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan perang di Ukraina, setelah ia memberlakukan tarif terhadap India pekan ini karena membeli minyak dari Rusia.

Brent naik tipis di atas $66 per barel, setelah mencatat enam penurunan berturut-turut penurunan terpanjang sejak Mei.

Trump sebelumnya menetapkan batas waktu hari Jumat bagi Moskow untuk menyepakati gencatan senjata, dan menyatakan kesediaannya bertemu dengan Vladimir Putin, meskipun pemimpin Rusia itu belum bersedia bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

Tarif AS dan Respons Global

Awal pekan ini, Trump melipatgandakan tarif semua impor India menjadi 50%, sebagai hukuman atas pembelian minyak Rusia. Hal ini mendorong perusahaan kilang milik negara India untuk menghentikan pembelian dan mencari sumber alternatif.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyatakan bahwa tarif terhadap China mungkin akan diberlakukan, saat ditanya tentang negara-negara yang tetap membeli energi dari Rusia.

Tekanan Tambahan: Potensi Surplus dan Perlambatan Ekonomi

Harga minyak telah melemah pada bulan Agustus, setelah tiga bulan berturut-turut mengalami kenaikan. Investor kini bersiap menghadapi potensi kelebihan pasokan (glut) di akhir tahun, menyusul keputusan OPEC+ untuk melonggarkan pembatasan produksi.

Futures minyak juga terbebani oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi AS, akibat kebijakan tarif Trump yang lebih luas, yang menekan aktivitas dan berisiko mengurangi permintaan energi.

"Geopolitik tetap menjadi penggerak utama," kata Tamas Varga, analis di PVM.

"Pasar tidak memperkirakan adanya pengetatan signifikan dalam keseimbangan pasokan minyak, karena kenaikan harga minyak justru bertentangan dengan kepentingan AS. Akibatnya, minyak kesulitan mendapatkan momentum akhir-akhir ini."

Pasar Minyak Tetap Fleksibel

Meskipun tekanan geopolitik tinggi, pelaku pasar, produsen, dan konsumen minyak menunjukkan fleksibilitas dalam merespons gangguan pasokan baik karena konflik, risiko politik, maupun hambatan administratif seperti sanksi dan tarif.

Salah satu contohnya minggu ini adalah pengiriman minyak mentah Urals dari Rusia bagian barat yang mulai ditawarkan ke pembeli di China, meskipun biasanya tidak membeli jenis minyak tersebut. (azf)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif...
Thursday, 22 January 2026 14:39 WIB

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...

Gangguan Pasokan dan Tarif AS Angkat Harga Minyak...
Wednesday, 21 January 2026 08:49 WIB

Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...

Venezuela Ditekan AS, Harga Minyak Dunia Berfluktuasi...
Thursday, 8 January 2026 16:37 WIB

Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...

AS Mau Pegang Keran Minyak Venezuela?...
Thursday, 8 January 2026 07:11 WIB

Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...

Harga Brent Anjlok di Tengah Komentar Trump tentang Kesepakatan Ekspor Minyak AS-Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 04:38 WIB

Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS