Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Ditengah Ketidakpastian Prospek Ekonomi Harga Minyak Turun Tipis
Wednesday, 2 April 2025 02:51 WIB | OIL |Minyak WTIMinyak jenis Brent

Pada Selasa (1/4), harga minyak turun tipis karena ketidakpastian mengenai rencana tarif Presiden AS Donald Trump menekan prospek ekonomi.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate turun 0,4% dan ditutup di atas $71 per barel, setelah naik 3,1% pada hari Senin.

Sementara indeks S&P 500 juga turun tipis karena Trump bersiap untuk menerapkan rencana tarif timbal balik yang telah meningkatkan kekhawatiran mengenai kekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Trump juga mengancam akan mengenakan apa yang disebut "tarif sekunder" kepada pembeli minyak Rusia, yang berpotensi merugikan arus dari salah satu dari tiga produsen minyak terbesar di dunia, sebelum kemudian melunakkan nadanya.

Di tempat lain, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan setiap serangan oleh AS atau Israel akan ditanggapi dengan "serangan balasan yang tegas." Ancaman sanksi Trump terhadap Rusia telah menambah prospek harga jangka pendek yang lebih positif, dengan rentang waktu utama yang menunjukkan pasar yang lebih ketat dan derivatif yang terkait dengan patokan penting Laut Utara melonjak.

Pada saat yang sama, WTI sempat memasuki wilayah jenuh beli pada indeks kekuatan relatif sembilan hari untuk pertama kalinya sejak Trump menjabat, menandakan bahwa reli tiga minggu terakhir mungkin akan terhenti.

Minyak mentah mengakhiri kuartal pertama dengan sedikit perubahan, meskipun terjadi perubahan harga yang signifikan, karena para pedagang dihantam oleh risiko geopolitik, perkiraan kelebihan pasokan, dan peningkatan pasokan dari OPEC+ mulai bulan ini.

Sementara sanksi yang lebih ketat terhadap Iran dan Rusia dapat menghambat pasokan, tarif dari AS dapat merugikan pertumbuhan global dan permintaan energi.

Minyak WTI untuk pengiriman Mei turun 0,4% menjadi $71,20 per barel di New York.

Minyak Brent untuk pengiriman Juni turun 0,4% menjadi $74,49 per barel.

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS