Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga emas melonjak di atas $4.500, siap untuk kenaikan mingguan 4% setelah data NFP AS dirilis
Saturday, 10 January 2026 04:18 WIB | GOLD |GOLD

Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran sedikit menurun, namun investor masih bertaruh bahwa Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga tahun ini. Pada saat penulisan, XAU/USD diperdagangkan pada $4.507, naik 0,65%.

Harga emas menguat karena data ketenagakerjaan yang lebih lemah membuat taruhan pemangkasan suku bunga Fed tetap hidup
Data ekonomi AS membebani ekspektasi investor terhadap penurunan suku bunga dalam jangka pendek. Tetapi untuk sepanjang tahun, para pedagang tampaknya yakin bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin.

Menganalisis data, Nonfarm Payrolls untuk Desember meleset dari perkiraan dan angka November. Meskipun demikian, Tingkat Pengangguran turun, sementara Pendapatan Per Jam Rata-rata sesuai dengan yang diharapkan.

Data perumahan menunjukkan perlambatan yang berkelanjutan karena Izin Pembangunan dan Pembangunan Perumahan untuk bulan Oktober menurun dibandingkan dengan data bulan November. Sementara itu, rilis awal Sentimen Konsumen Universitas Michigan untuk bulan Januari lebih baik dari yang diproyeksikan, meskipun rumah tangga AS menunjukkan kekhawatiran tentang inflasi dalam jangka menengah.

Setelah data tersebut, logam mulia tersebut turun menuju $4.450 sebelum menyerang angka $4.500, mencapai level tertinggi harian $4.517, sedikit di bawah rekor tertinggi $4.549. Dolar AS memangkas sebagian dari kenaikan sebelumnya sebelum kembali meningkat, seperti yang digambarkan oleh Indeks Dolar AS (DXY).

DXY, yang mengukur kinerja mata uang Amerika terhadap enam mata uang lainnya, naik 0,33% menjadi 99,16.

Para pedagang emas menantikan data ekonomi AS minggu depan, yang dipimpin oleh angka inflasi, Penjualan Ritel, survei indeks manufaktur regional, klaim pengangguran, dan pidato para pejabat Fed.(Cay)

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu...
Thursday, 12 February 2026 19:24 WIB

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...

Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat...
Wednesday, 11 February 2026 20:25 WIB

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...

Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali...
Tuesday, 10 February 2026 21:14 WIB

Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...

Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !...
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...

Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS