
Harga Emas (XAU/USD) sedikit turun pada hari perdagangan terakhir tahun 2025, diperdagangkan di dekat $4.310 per troy ons selama perdagangan sesi Eropa pada hari Rabu. Logam mulia yang tidak memberikan bunga, termasuk Emas, kehilangan pijakan setelah Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) Desember, yang dirilis pada hari Selasa, mengindikasikan adanya perpecahan yang dalam di antara komite.
Beberapa pejabat Federal Reserve (The Fed) mengatakan mungkin yang terbaik adalah membiarkan suku bunga tidak berubah untuk sementara waktu setelah komite melakukan tiga penurunan suku bunga tahun ini. Namun, beberapa pengambil kebijakan menilai bahwa mungkin akan tepat untuk tidak melakukan penurunan suku bunga lebih lanjut jika inflasi menurun seiring waktu.
Harga Emas berada di jalur menuju kenaikan tahunan terkuatnya pada tahun 2025, naik lebih dari 64%, dengan rally yang semakin cepat pada akhir April setelah peluncuran tarif global Presiden AS Donald Trump. Momentum ini semakin didukung oleh pembelian kuat bank sentral dan meningkatnya kepemilikan dalam ETF yang didukung Emas.
Permintaan safe-haven Emas dapat meningkat seiring dengan ketegangan geopolitik saat para investor menilai kembali memudarnya harapan akan kesepakatan damai Rusia-Ukraina setelah dugaan serangan terhadap kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin. Rusia mengatakan akan memperkuat sikapnya dalam perundingan damai setelah menuduh Kyiv melakukan serangan, tuduhan yang ditolak Kyiv sebagai tidak berdasar dan bertujuan untuk menggagalkan negosiasi.
Di Timur Tengah, serangan udara Saudi di Yaman dan deklarasi Iran soal "perang skala penuh" dengan Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Israel telah meningkatkan ketakutan akan ketidakstabilan yang lebih luas, sementara Trump memperingatkan akan serangan lebih lanjut jika Iran melanjutkan kembali pembangunan program nuklirnya.(alg)
Sumber: FXstreet
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...
Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...
Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...
Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...