
Emas (XAU/USD) menguat lebih dari 2% pada hari Senin(22/12), mencapai rekor tertinggi $4.442 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan terus menurunkan suku bunga tahun depan, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih rendah. Pada saat penulisan, XAU/USD diperdagangkan pada $4.435 setelah melonjak dari titik terendah harian $4.338.
Harga emas melonjak lebih dari 2% seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan Venezuela, sementara pasar memperkirakan penurunan suku bunga Fed yang lebih dalam untuk tahun 2026
Ketegangan di Karibia meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pekan lalu "blokade" terhadap kapal tanker minyak yang meninggalkan atau memasuki Venezuela. Spekulasi tentang operasi militer darat AS di negara tersebut tetap tinggi karena Trump menekan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Selain itu, ketegangan yang kembali meningkat antara Iran dan Israel mendorong harga emas lebih tinggi.
Pelemahan Dolar AS juga mendorong kenaikan harga emas batangan karena Dolar AS merosot 0,40%, menurut Indeks Dolar AS (DXY). DXY, yang melacak kinerja nilai dolar terhadap enam mata uang lainnya, diperdagangkan di bawah harga pembukaannya di 98,32.
Sementara itu, pasar uang telah memperkirakan pelonggaran kebijakan moneter sebesar 59 basis poin oleh bank sentral AS untuk tahun 2026, menurut data probabilitas suku bunga Capital Edge.
Jadwal ekonomi yang minim di AS membuat para pedagang kebingungan menunggu pernyataan para pejabat Fed. Gubernur Fed Stephen Miran menegaskan kembali sikap dovish-nya, berlawanan dengan Presiden Fed Cleveland Beth Hammack, yang mengungkapkan bahwa data Indeks Harga Konsumen (CPI) November menunjukkan ketidakberaturan, indikasi bahwa penurunan inflasi mungkin hanya sementara.
Ke depannya, jadwal ekonomi AS akan padat pada hari Selasa karena minggu yang dipersingkat akibat liburan Natal. Para pedagang akan mencermati rata-rata perubahan ketenagakerjaan ADP selama 4 minggu, angka pertumbuhan untuk kuartal ketiga pada rilis pendahuluan, pesanan barang tahan lama bulan Oktober, dan data produksi industri untuk bulan Oktober dan November.(alg)
Sumber: FXstreet
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...
Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...
Emas masih sulit bangkit pada Kamis (5/2) meski sinyal pelemahan dari data tenaga kerja AS mulai terlihat. Penyebab utamanya: dolar AS tetap menguat (atau minimal bertahan kuat), sehingga tekanan ke l...
Emas masih mempertahankan penguatannya setelah sempat jatuh tajam dari rekor tertinggi. Setelah pembeli "buy the dip" masuk saat harga turun, tekanan jual mulai mereda dan pergerakan emas kembali lebi...
Emas (XAU/USD) mulai menarik pembeli pada Selasa setelah jatuh tajam dua hari dan sempat menyentuh area $4.400”level terendah sejak 6 Januari. Pemulihan ini terbantu karena dolar AS melemah tipis da...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, dan dolar yang mulai melemah. Pemicu utamanya...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fears of imminent supply disruptions. Brent fell...
Saham Hong Kong langsung tancap gas pada Senin pagi. Indeks Hang Seng naik 488 poin atau sekitar 1,8% ke level 27.051, memantul setelah sempat melemah di sesi sebelumnya. Sentimen ikut ketarik dari Wall Street. Reli pada Jumat bikin Dow Jones...