
Emas (XAU/USD) bertahan di dekat batas bawah kisaran harian selama paruh pertama sesi Eropa pada hari Rabu, meskipun berhasil bertahan di atas level $4.200 di tengah beragam sinyal. Sentimen positif di pasar ekuitas dipandang sebagai faktor kunci yang menjadi penghambat bagi logam mulia safe haven ini. Lebih lanjut, para investor yang optimis memilih untuk menunggu rilis data makro AS yang penting untuk mendapatkan lebih banyak sinyal tentang jalur pemangkasan suku bunga The Fed dan menempatkan taruhan baru pada logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, menguatnya ekspektasi bahwa bank sentral AS akan menurunkan biaya pinjaman pada pertemuan kebijakan mendatang minggu depan membuat Dolar AS (USD) tertekan mendekati level terendah dua minggu dan memberikan sedikit dukungan terhadap harga Emas. Selain itu, ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut akibat perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan risiko eskalasi konflik lebih lanjut ternyata menjadi faktor lain yang membantu membatasi penurunan logam mulia safe haven. Hal ini patut diwaspadai bagi para pelaku pasar XAU/USD.
Ringkasan Harian Penggerak Pasar:
Para pedagang emas tampak tidak berkomitmen karena permintaan safe haven yang menurun melawan spekulasi penurunan suku bunga The Fed.
Data makro AS terbaru menunjukkan penurunan ekonomi AS secara bertahap. Selain itu, sinyal dovish dari pejabat Federal Reserve memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC mendatang minggu depan.
Menurut FedWatch Tool dari CME Group, para pedagang memperkirakan probabilitas penurunan suku bunga sebesar hampir 90%, yang membuat Dolar AS tertekan sepanjang sesi Asia pada hari Rabu dan mendukung Emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Laporan menunjukkan bahwa Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, dipandang sebagai kandidat terdepan untuk menjadi Ketua The Fed berikutnya. Hassett diperkirakan akan menyetujui seruan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan suku bunga.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan utusan Trump, Steve Witkoff, gagal mencapai kompromi terkait kemungkinan kesepakatan damai di Ukraina. Selain itu, Putin juga mengeluarkan ancaman bahwa Rusia siap berperang dengan Eropa.
Hal ini membuat risiko geopolitik tetap ada dan ternyata menjadi faktor lain yang berperan sebagai pendorong bagi logam mulia safe haven ini. Namun, para investor XAU/USD mungkin akan memilih untuk menunggu data makro AS sebelum memasang taruhan baru.
Laporan ADP AS tentang ketenagakerjaan sektor swasta dan PMI Jasa ISM AS akan dipublikasikan hari ini. Namun, fokus akan tetap tertuju pada Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) pada hari Jumat.
Indeks Harga PCE akan memberikan lebih banyak petunjuk tentang arah penurunan suku bunga The Fed, yang pada gilirannya akan memainkan peran kunci dalam memengaruhi dinamika harga USD jangka pendek dan menentukan arah pergerakan komoditas selanjutnya.(Cay)
Sumber: Fxstreet
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...