
Harga emas bergerak dua arah pada perdagangan Rabu, sempat menguat di sesi Asia hingga awal Eropa sebelum berbalik melemah saat memasuki sesi Amerika. Di perdagangan siang, emas sempat naik berkat sentimen risk-off menyusul pelemahan di pasar saham dan kekhawatiran investor terhadap data ekonomi AS yang tertunda. Harapan bahwa Federal Reserve masih membuka peluang pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan membuat pelaku pasar kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai, sehingga harga sempat terdorong naik dibanding penutupan hari sebelumnya.
Namun, momentum penguatan tersebut memudar ketika sesi New York dibuka. Dolar AS mulai menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak naik, seiring meredanya spekulasi bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga agresif dalam waktu dekat. Pergeseran sentimen ini langsung mendorong aksi ambil untung di pasar emas, sehingga harga yang sepanjang siang bergerak di zona hijau berbalik melemah di sesi malam. Pelaku pasar menilai, tanpa sinyal yang lebih jelas dari The Fed, ruang kenaikan emas dalam jangka pendek masih cenderung terbatas.
Di tengah dinamika tersebut, investor kini fokus pada rilis data ekonomi penting AS khususnya data tenaga kerja dan inflasi serta risalah pertemuan The Fed berikutnya untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga. Jika data menunjukkan pelemahan lanjutan di ekonomi AS dan tekanan inflasi yang makin jinak, ekspektasi pemangkasan suku bunga berpotensi menguat kembali dan membuka peluang bagi emas untuk melanjutkan tren naik. Sebaliknya, jika data justru mengonfirmasi ekonomi yang masih cukup kuat, emas berisiko kembali berada di bawah tekanan dari dolar dan imbal hasil obligasi yang tinggi.(Cay)
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...