
Harga emas sedikit merosot pada hari Selasa, tertekan oleh penguatan dolar AS dan ketidakpastian yang masih ada atas langkah kebijakan Federal Reserve selanjutnya.
Harga emas spot turun 0,8% menjadi $3.970,08 per ons dan harga emas berjangka AS turun 0,8% menjadi $3.980,31 per ons.
Logam ini kesulitan bertahan di atas level $4.000 karena dolar terus menguat, membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Emas tertekan oleh penguatan dolar
Dolar menguat ke level tertinggi tiga bulan terhadap mata uang utama pada hari Senin, didorong oleh memudarnya spekulasi penurunan suku bunga tahun ini.
Ketua The Fed Jerome Powell pekan lalu mengisyaratkan bahwa bank sentral belum berkomitmen untuk pelonggaran lebih lanjut, dengan mengatakan bahwa langkah di bulan Desember "bukanlah sesuatu yang pasti." Pasar sejak itu telah mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini.
Menambah ketidakpastian, beberapa pejabat The Fed pada hari Senin menyuarakan pandangan yang berbeda-beda tentang perekonomian. Beberapa pembuat kebijakan menekankan perlunya kewaspadaan terhadap inflasi, sementara yang lain menunjukkan tanda-tanda perlambatan momentum pasar tenaga kerja.
Perpecahan ini memperkuat keraguan tentang seberapa cepat The Fed akan melanjutkan pemangkasan suku bunga, yang akan menjaga dolar tetap terdukung.
Emas, yang tidak menghasilkan bunga, cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga tetap tinggi atau dolar menguat. Prospek pemangkasan suku bunga yang lebih sedikit dan imbal hasil riil yang lebih tinggi telah membebani permintaan investor.
Namun, logam mulia ini tetap terdukung hingga taraf tertentu oleh hubungan perdagangan AS-Tiongkok yang rapuh.
Tanda-tanda kemajuan terbaru antara Washington dan Beijing telah menenangkan pasar, tetapi kekhawatiran baru atas ekspor chip canggih telah mengikis optimisme.
Pasar logam juga turun
Logam mulia dan industri lainnya juga diperdagangkan lebih rendah karena dolar yang lebih kuat membebani.
Perak Berjangka turun 1,5% menjadi $47,325 per ons, dan Platinum Berjangka turun 2,2% menjadi $1.545,75/ons.
Harga Tembaga Berjangka acuan di London Metal Exchange turun 1,6% menjadi $10.670,20 per ton, dan Harga Tembaga Berjangka AS juga turun 2,1% menjadi $4,9593 per pon.(Cay)
Sumber: Investing.com
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...