
Harga emas turun pada hari Senin(27/10), karena dolar yang menguat dan tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok membebani logam safe haven ini, sementara investor menunggu pertemuan bank sentral besar yang akan diadakan akhir pekan ini untuk mendapatkan petunjuk kebijakan moneter.
Harga emas spot turun 0,8% menjadi $4.077,11 per ons, pada pukul 06.55 GMT. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 1,1% menjadi $4.090,90.
Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam lebih dari dua minggu terhadap yen, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Pada hari Minggu, para pejabat ekonomi terkemuka Tiongkok dan AS membahas kerangka kerja kesepakatan dagang yang akan diputuskan oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akhir pekan ini. "Potensi kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok ini benar-benar muncul tiba-tiba dan merupakan kejutan positif bagi pasar secara umum. Jelas, sisi lain dari hal tersebut adalah perkembangannya berdampak negatif bagi emas," kata analis Capital.com, Kyle Rodda.
"Pasar telah mereda dan sentimen mulai netral. Alasan emas mendapatkan begitu banyak dukungan adalah prospek kebijakan fiskal dan moneter yang longgar ke depannya. Jika hal itu tetap terjadi, tren kenaikan emas akan bertahan."
The Federal Reserve secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada pertemuannya hari Rabu, sebuah pandangan yang didukung oleh laporan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan pada hari Jumat.
Dengan pemangkasan suku bunga yang telah diperhitungkan, pasar menantikan komentar berwawasan ke depan dari Ketua The Fed, Jerome Powell.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah. SPDR Gold Trust, ETF (Exchange-Traded Fund) berbasis emas terbesar di dunia, menyatakan kepemilikannya turun 0,52% menjadi 1.046,93 metrik ton pada hari Jumat dari 1.052,37 ton pada hari Kamis.
Di tempat lain, perak spot turun 0,6% menjadi $48,31 per ons, platinum naik 0,7% menjadi $1.616,30, dan paladium naik 0,5% menjadi $1.435,75. (azf)
Sumber: Reuters.com
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...