
Emas menembus $4.100 per ons untuk pertama kalinya pada hari Senin(13/10), mencapai rekor tertinggi baru di tengah ketegangan perdagangan AS-Tiongkok yang kembali memanas dan ekspektasi penurunan suku bunga AS, sementara perak juga naik ke level tertinggi sepanjang masa.
Emas spot naik 2,1% menjadi $4.099,55 per ons, pada pukul 10:50 ET (1450 GMT), setelah mencapai rekor $4.103,58. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 3% menjadi $4.120,10.
Emas telah melonjak 56% tahun ini dan mencapai level $4.000 untuk pertama kalinya minggu lalu, didorong oleh faktor-faktor termasuk ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, ekspektasi penurunan suku bunga AS, dan pembelian bank sentral yang kuat.
"Kenaikan harga emas dan perak terjadi ketika investor khawatir tentang kondisi dunia, baik secara ekonomi maupun politik," kata Jeffrey Christian, Managing Partner CPM Group. Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump kembali memicu ketegangan perdagangan dengan Tiongkok pada hari Jumat, mengakhiri gencatan senjata yang tidak nyaman antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.
Sementara itu, para pedagang memperkirakan probabilitas 97% penurunan suku bunga Federal Reserve sebesar 25 basis poin pada bulan Oktober dan peluang 100% untuk bulan Desember. Emas, aset yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
Analis di Bank of America dan Societe Generale kini memperkirakan emas akan mencapai $5.000 pada tahun 2026, sementara Standard Chartered telah menaikkan perkiraannya menjadi rata-rata $4.488 tahun depan.
"Reli ini menurut kami masih memiliki potensi, tetapi koreksi jangka pendek akan lebih sehat untuk tren naik jangka panjang," kata Suki Cooper, kepala riset komoditas global di Standard Chartered Bank. Harga perak spot naik 3,3% menjadi $51,95, menyentuh rekor tertinggi $52,07 di awal sesi, didorong oleh faktor-faktor yang sama yang mendukung ketatnya pasar emas dan spot.
Indikator teknikal menunjukkan keduanya berada dalam kondisi jenuh beli, dengan indeks kekuatan relatif (RSI) di 80 untuk emas dan 83 untuk perak. Platinum naik 4,6% menjadi $1.660,57 dan paladium naik 5,4% menjadi $1.482,00.(alg)
Sumber: Reuters
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...