Sunday, 25 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas Melemah, Dolar Perkasa Jelang Data Inflasi
Friday, 26 September 2025 12:30 WIB | GOLD |GOLD

Emas melemah tipis pada hari Jumat(26/9) setelah data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan mengurangi ekspektasi pelonggaran lebih lanjut tahun ini, memperkuat dolar menjelang laporan inflasi penting yang akan dirilis hari ini.

Harga emas spot turun 0,1% menjadi $3.745,67 per ons pada pukul 04.09 GMT, tetapi naik 1,6% sejauh minggu ini.

Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember stabil di $3.774,80.

Indeks dolar AS, membuka tab baru, berada di dekat level tertinggi tiga minggu, dan menuju kenaikan mingguan, membuat emas batangan yang dihargakan dalam dolar AS lebih mahal bagi pembeli luar negeri. "Kembalinya dolar ke kondisi idealnya merupakan hambatan potensial antara emas dan aspirasinya menuju level $3.800," kata Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, seraya menambahkan bahwa pengumuman tarif terbaru Presiden AS Donald Trump dapat membatasi penurunan harga emas batangan dalam waktu dekat.

Pada hari Kamis, Trump mengumumkan putaran baru tarif yang lebih berat untuk berbagai barang impor mulai 1 Oktober.

Sementara itu, data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa klaim pengangguran mingguan AS menurun, sementara ekonomi tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal kedua berkat belanja konsumen dan investasi bisnis yang kuat.

Semua mata kini tertuju pada data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), ukuran inflasi pilihan The Fed, yang akan dirilis pukul 12.30 GMT.

Laporan tersebut diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 0,3% secara bulanan dan 2,7% secara tahunan pada bulan Agustus, menurut jajak pendapat Reuters. "Emas diperdagangkan agak lesu, dengan para pedagang enggan untuk memberikan keyakinan yang nyata jika data PCE inti, bahkan samar-samar, mencerminkan lonjakan PDB," kata Waterer.

Sementara itu, pembuat kebijakan Federal Reserve, Stephen Miran, menganjurkan pemotongan suku bunga yang agresif untuk melindungi pasar tenaga kerja, meremehkan risiko inflasi dari tarif.

Safe-haven emas batangan cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Perak spot turun 1% menjadi $44,89 per ons, platinum melonjak 0,9% menjadi $1.542,90, mendekati level tertinggi dalam 12 tahun, dan paladium naik 0,9% menjadi $1.261,03. Ketiga logam tersebut menuju kenaikan mingguan. (azf)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400...
Thursday, 22 January 2026 14:47 WIB

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...

Emas Naik Tanpa Rem, Pasar Ketakutan...
Wednesday, 21 January 2026 08:58 WIB

Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...

Emas Nempel Rekor, Greenland Makin Panas...
Tuesday, 20 January 2026 11:34 WIB

Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...

Kenapa Emas & Perak Tiba-Tiba Meledak?...
Monday, 19 January 2026 10:31 WIB

Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...

Harga emas melonjak di atas $4.500, siap untuk kenaikan mingguan 4% setelah data NFP AS dirilis...
Saturday, 10 January 2026 04:18 WIB

Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS