
Emas (XAU/USD) melemah pada hari Selasa setelah sempat melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di $3.508 per ons selama sesi Asia karena rebound Dolar AS (USD) dan imbal hasil Treasury memicu aksi ambil untung ringan.
Pada saat penulisan ini, logam mulia diperdagangkan mendekati $3.485 di awal sesi Amerika, memperpanjang kenaikan enam hari berturut-turut. Meskipun koreksi singkat, permintaan tetap kuat didorong oleh arus aset safe haven dan ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan menurunkan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter 16-17 September.
Reli logam mulia ke rekor tertinggi didorong oleh pelemahan Greenback yang terus berlanjut, kekhawatiran atas independensi The Fed menyusul kritik politik, dan meningkatnya risiko geopolitik. Ketidakpastian atas kebijakan perdagangan global, terutama terkait tarif AS, juga telah meningkatkan permintaan emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan ekonomi dan politik. Investor terus mendukung emas batangan di tengah risiko pertumbuhan dan prospek pelonggaran moneter yang mendominasi prospek.
Ke depannya, perhatian tertuju pada Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM AS untuk bulan Agustus, yang akan dirilis Selasa malam. Indeks ini diperkirakan akan naik tipis ke 49,0 dari 48,0 pada bulan Juli, meskipun akan tetap di bawah ambang batas 50, menandakan kontraksi yang berkelanjutan di sektor manufaktur.
Meskipun laporan ini bukan tolok ukur kebijakan utama The Fed, laporan ini seringkali memberikan wawasan yang tepat waktu tentang kondisi permintaan dan tekanan harga. Angka yang lebih lemah kemungkinan akan memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan September, yang akan mendukung Emas, sementara angka yang lebih kuat dapat semakin memperkuat Dolar AS dan imbal hasil Treasury, sehingga mengurangi kenaikan harga emas batangan dalam waktu dekat.(alg)
Sumber: FXstreet
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...