
Emas bertahan kuat mendekati level tertinggi lebih dari dua minggu pada hari Kamis, karena dolar melemah dan investor menunggu data inflasi AS hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan Federal Reserve.
Emas spot naik 0,1% menjadi $3.399,60 per ons pada pukul 08.51 GMT, setelah mencapai $3.401,73, level tertinggi sejak 11 Agustus, di awal sesi. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik tipis 0,2% menjadi $3.456,20.
Indeks dolar turun 0,1% terhadap mata uang utama lainnya.
Investor sedang menunggu rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), ukuran inflasi yang disukai oleh The Fed pada hari Jumat. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan indeks harga PCE (USPCEY=ECI) akan naik 2,6% di bulan Juli, menyamai kenaikan di bulan Juni.
"Konsensus pasar adalah inflasi PCE bulan Juli akan menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan pembacaan sebelumnya, sebuah skenario yang sudah diperhitungkan. Kejutan kenaikan tersebut kemungkinan akan memperkuat dolar dan meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah, yang akan membebani harga emas," kata Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades.
"Hasil sebaliknya dapat memicu ekspektasi bahwa The Fed akan bersikap lebih dovish, melemahkan dolar dan mendukung logam mulia." Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin lebih dari 87% pada pertemuan kebijakan The Fed bulan depan, menurut CME FedWatch Tool. Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
Presiden The Fed New York, John Williams, mengatakan pada hari Rabu bahwa suku bunga kemungkinan akan turun di suatu titik, tetapi para pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan data yang akan datang. Para pedagang juga mencermati langkah Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih kendali The Fed. Awal pekan ini, Trump mengatakan akan memecat Gubernur The Fed, Lisa Cook.
"Banyak yang memandang perselisihan ini sebagai ancaman terhadap independensi dan kredibilitas The Fed, yang mendukung logam mulia," kata Evangelista. Di tempat lain, perak spot naik 0,5% menjadi $38,82 per ons, platinum turun 0,1% menjadi $1.345,75, dan paladium naik 0,4% menjadi $1.096,29. (alg)
Sumber: Reuters
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...