
Harga emas tetap stabil pada hari Rabu, meskipun Greenback pulih dari kerugian sebelumnya yang dipicu oleh ancaman terhadap independensi Federal Reserve (The Fed). Namun demikian, para penjual emas batangan belum sepenuhnya aman karena tekanan dari Gedung Putih terus berlanjut. XAU/USD diperdagangkan pada $3.397, naik 0,12%.
Data ekonomi AS masih sepi, kecuali pernyataan Presiden The Fed New York, John Williams, yang mengatakan bahwa suku bunga dapat turun di beberapa titik, tetapi menekankan bahwa hanya data yang akan menunjukkan apakah penurunan suku bunga tepat, berdasarkan kinerja ekonomi.
Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Williams menambahkan bahwa setiap pertemuan "dari perspektif saya sedang berlangsung," menambahkan bahwa risiko ketenagakerjaan dan inflasi "lebih seimbang." Ia mengatakan The Fed "hanya perlu melihat bagaimana data tersebut berjalan."
Pertemuan The Fed berikutnya dijadwalkan pada 16-17 September. Menjelang tanggal ini, akan ada laporan ketenagakerjaan lainnya, serta dua laporan inflasi, yaitu Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk bulan Juli dan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk bulan Agustus, sebelum Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bersidang untuk pertemuan keenamnya tahun ini.
Para pedagang telah memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 90%, menurut alat probabilitas suku bunga Prime Market Terminal.
Para analis JP Morgan dalam sebuah catatan mengatakan bahwa "dolar yang lebih lemah harus tetap menjadi fokus, tetapi kami lebih tertarik untuk melihat apakah hal ini dapat mengkatalisasi kenaikan harga Emas setelah periode konsolidasi yang panjang."
Persaingan antara Gedung Putih dan pengaruhnya terhadap The Fed dapat mendorong para pedagang untuk membeli Emas Batangan, yang sejauh ini gagal naik "secara signifikan" di atas $3.400. Jika berhasil, maka para pedagang akan mengincar puncak harga pada 16 Juni di $3.452.
Minggu ini, para pedagang emas akan memperhatikan rilis data PDB, Klaim Pengangguran Awal, dan pengukur inflasi favorit Fed, PCE Inti.
Sumber: Fxstreet
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...