
Harga emas tergelincir pada Senin(25/8) dari level tertinggi hampir dua minggu, karena dolar AS menguat. Namun, meningkatnya ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga AS setelah sikap dovish Ketua Federal Reserve Jerome Powell pekan lalu masih memberi sedikit dukungan pada logam mulia ini.
Harga emas spot turun 0,2% menjadi $3.364,29 per ons pada pukul 02:56 GMT, setelah mencapai level tertinggi sejak 11 Agustus pada Jumat.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,3% menjadi $3.409,60.
Indeks dolar AS (DXY) naik 0,2% terhadap mata uang utama lainnya setelah sebelumnya jatuh ke level terendah empat minggu, membuat emas kurang menarik bagi pembeli di luar negeri.
"Ada level dukungan yang cukup kuat untuk emas di sekitar $3.350 dalam jangka pendek, dengan sinyal dovish Powell memungkinkan emas membentuk swing low yang menonjol pada Jumat," kata Matt Simpson, analis senior di City Index.
"Reli yang berkelanjutan kemungkinan membutuhkan data inflasi PCE yang lebih lemah dan data ketenagakerjaan yang melemah. Namun dengan inflasi yang kemungkinan tetap tinggi, kenaikan emas bisa tetap terbatas di luar rebound awal yang diharapkan," tambahnya.
Pada Jumat, Powell mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertemuan bank sentral AS bulan depan, dengan menyebut risiko terhadap pasar tenaga kerja meningkat, meski inflasi masih menjadi ancaman, serta menegaskan bahwa keputusan belum final.
Pasar kini memperkirakan 87% peluang pemangkasan 25 basis poin pada pertemuan kebijakan 17 September, dan total 48 basis poin pemangkasan hingga akhir tahun, menurut CME FedWatch Tool.
Emas cenderung menguat dalam lingkungan suku bunga rendah, karena menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Pasar saham Asia menguat pada Senin karena investor menyambut kemungkinan dimulainya kembali pemangkasan suku bunga di AS.
Investor kini menantikan data harga konsumsi pribadi (PCE) AS pada Jumat, yang diperkirakan menunjukkan inflasi inti naik ke level tertinggi sejak akhir 2023, yakni 2,9%.
Di komoditas logam mulia lainnya:
Perak spot turun 0,1% menjadi $38,77 per ons.
Platina turun 0,4% ke $1.356,39.
Palladium turun 0,4% ke $1.122. (azf)
Sumber: Reuters
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...