
Harga emas naik pada Jumat(15/8), didukung pelemahan dolar, meskipun logam mulia ini menuju penurunan mingguan karena data inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (Fed) sebesar 50 basis poin (bps).
Harga emas spot naik 0,2% menjadi $3.341,90 per ons pada pukul 06.53 GMT. Namun, secara mingguan emas telah turun 1,5%. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik 0,1% menjadi $3.387,60.
"Emas masih berjuang menghadapi dampak lonjakan Indeks Harga Produsen (PPI), yang memunculkan pertanyaan tentang seberapa besar keinginan Fed untuk memangkas suku bunga tahun ini," kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.
Data Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis menunjukkan PPI naik 3,3% secara tahunan pada Juli, melampaui perkiraan kenaikan 2,5%. Sementara klaim pengangguran mingguan lebih rendah dari perkiraan, yakni 224.000 dibandingkan estimasi 228.000.
Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (CPI) AS hanya naik tipis pada Juli, memperkuat harapan akan pemangkasan suku bunga Fed. Namun, data PPI tersebut meredam optimisme terhadap siklus pelonggaran agresif, sehingga membuat kemungkinan Fed memangkas 50 bps pada pertemuan berikutnya menjadi lebih kecil.
"Jika lonjakan harga grosir ini menjadi tren yang kemudian mendorong CPI meningkat lebih cepat, ekspektasi pemangkasan suku bunga AS bisa berkurang, yang dapat menghambat kinerja emas dari sisi imbal hasil," tambah Waterer.
Presiden Fed St. Louis, Alberto Musalem, mengatakan pemangkasan setengah poin pada September tidak diperlukan, sehari setelah Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan hal itu mungkin dilakukan.
Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, biasanya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Memberi sedikit dukungan bagi emas, dolar AS (.DXY) turun 0,2%, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Di sisi geopolitik, investor menurunkan ekspektasi terjadinya terobosan besar untuk mengakhiri perang di Ukraina dari pertemuan Jumat antara Donald Trump dan Vladimir Putin, meskipun ada beberapa tanda kemajuan.
Untuk logam mulia lainnya: perak spot naik 0,1% menjadi $38,02 per ons, platinum naik 0,5% menjadi $1.363,90, dan paladium turun 0,2% menjadi $1.143,25. (azf)
Sumber: Reuters
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...