
Emas menguat pada hari Kamis (07/8), didukung oleh permintaan aset safe haven yang kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif tambahan sebesar 25% untuk impor India, yang meningkatkan ketegangan perdagangan.
Emas spot naik 0,3% menjadi $3.378,18 per ons pada pukul 04.52 GMT. Emas berjangka AS naik 0,4% menjadi $3.445,60. "Trump telah mengeluarkan ancaman tarif baru yang membuat emas tetap menjadi pilihan utama sebagai strategi defensif bagi investor," ujar Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.
"Emas bergerak mendekati level psikologis $3.400, dengan aset-aset berisiko sedikit terombang-ambing oleh pengumuman tarif yang terus-menerus oleh presiden AS." Pada hari Rabu, Trump mengenakan tarif tambahan sebesar 25% untuk impor barang-barang India, dengan alasan pembelian minyak Rusia oleh New Delhi yang terus berlanjut. Hal ini memperdalam keretakan perdagangan antara kedua negara setelah perundingan menemui jalan buntu.
Pajak impor baru ini, yang berlaku efektif 21 hari setelah 7 Agustus, akan menaikkan bea masuk atas beberapa ekspor India hingga mencapai 50%”salah satu yang tertinggi yang pernah dikenakan kepada mitra dagang AS mana pun. Trump juga mengatakan Amerika Serikat akan mengenakan tarif sekitar 100% untuk impor semikonduktor, tetapi menawarkan pengecualian besar”bea masuk ini tidak akan berlaku bagi perusahaan yang memproduksi di AS atau telah berkomitmen untuk melakukannya.
Menambah dukungan bagi emas, indeks dolar berada di dekat level terendah dalam lebih dari satu minggu setelah data ketenagakerjaan AS yang secara mengejutkan lemah pekan lalu memicu spekulasi penurunan suku bunga AS pada bulan September. Para pedagang kini memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan depan sebesar 95%, menurut FedWatch Tool dari CME Group.
Federal Reserve mungkin perlu memangkas suku bunga dalam waktu dekat sebagai respons terhadap perlambatan ekonomi AS, ujar Presiden Fed Minneapolis, Neel Kashkari. Emas, yang secara tradisional dianggap sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi, cenderung tumbuh pesat dalam kondisi suku bunga rendah.
Di tempat lain, perak spot naik 0,5% menjadi $38,04 per ons, platinum turun 0,4% menjadi $1.328,77, dan paladium naik 1,3% menjadi $1.146,80.(alg)
Sumber: Reuters
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...
Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...
Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...
Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...