
Harga emas menguat pada hari Rabu(16/7) karena investor mencerna data yang menunjukkan kenaikan harga konsumen AS bulan lalu dan menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump.
Harga emas spot naik 0,4% menjadi $3.334,12 per ons, pada pukul 04.01 GMT. Harga emas berjangka AS naik tipis 0,1% menjadi $3.340,90.
"Emas saat ini sedang berkonsolidasi dengan sedikit bias penurunan, terutama dengan dolar yang lebih kuat," kata Brian Lan, direktur pelaksana di GoldSilver Central, Singapura.
"Namun, banyak negara masih bernegosiasi dengan AS mengenai tarif. Masih banyak ketidakpastian di pasar dan banyak yang mencari aset safe haven."
Pada hari Sabtu, Trump mengancam akan mengenakan tarif 30% untuk impor dari Meksiko dan Uni Eropa mulai 1 Agustus. Namun, Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia terbuka untuk negosiasi lebih lanjut. Harga konsumen AS meningkat pada bulan Juni, tertinggi dalam lima bulan terakhir, di tengah kenaikan biaya beberapa barang. Hal ini menunjukkan tarif mulai berdampak pada inflasi dan berpotensi membuat Federal Reserve (The Fed) menunggu hingga September.
Menyusul data tersebut, Trump mengatakan bahwa harga konsumen rendah dan The Fed harus menurunkan suku bunga sekarang.
Bank sentral AS kemungkinan perlu mempertahankan suku bunga untuk beberapa waktu lebih lama guna memastikan inflasi tetap rendah dalam menghadapi tekanan kenaikan tarif pemerintahan Trump, ujar Presiden Dallas Fed Bank, Lorie Logan.
Emas, yang sering dianggap sebagai aset safe haven selama masa ketidakpastian ekonomi, cenderung berkinerja baik dalam kondisi suku bunga rendah.
Fokus pasar kini beralih ke data Indeks Harga Produsen AS yang akan dirilis pukul 12.30 GMT pada hari Rabu untuk mendapatkan lebih banyak petunjuk.
Menjaga agar kenaikan emas tetap terkendali, dolar (.DXY) membuka tab baru dan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun acuan bertahan di dekat level tertinggi multi-minggu. Di tempat lain, harga perak spot naik 0,3% menjadi $37,82 per ons. Platinum naik 0,2% menjadi $1.379,46 dan paladium naik 0,4% menjadi $1.210,66. (azf)
Sumber: Reuters
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...
Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...
Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...
Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...