
Harga emas turun pada hari Jumat (20/6) dan berada di jalur penurunan mingguan, karena dolar yang secara keseluruhan lebih kuat dan prospek pemangkasan suku bunga AS yang lebih sedikit mengimbangi dukungan dari meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.
Harga emas spot turun 0,5% menjadi $3.355,49 per ons, pada pukul 02.45 GMT, dan turun 2,2% sejauh minggu ini.
Harga emas berjangka AS turun 1% menjadi $3.371,80.
"Saat ini ada banyak situasi yang tidak menentu di Timur Tengah yang menyebabkan para pedagang tidak mengambil posisi agresif baik di sisi beli maupun sisi jual dari perdagangan spektrum tersebut," kata Kelvin Wong, analis pasar senior, Asia Pasifik di OANDA.
Konflik di Timur Tengah meningkat pada hari Kamis ketika Israel mengebom situs nuklir Iran, sementara Iran menembakkan rudal dan serangan pesawat nirawak ke Israel, termasuk serangan semalam di sebuah rumah sakit Israel. Tidak ada pihak yang mengisyaratkan strategi keluar.
Presiden Donald Trump akan memutuskan dalam dua minggu ke depan apakah AS akan terlibat dalam perang udara Israel-Iran, Gedung Putih mengatakan pada hari Kamis, meningkatkan tekanan pada Teheran untuk datang ke meja perundingan.
Sementara itu, Trump menegaskan kembali seruannya agar Federal Reserve memangkas suku bunga, dengan mengatakan suku bunga harus 2,5 poin persentase lebih rendah.
The Fed mempertahankan suku bunga tetap pada hari Rabu, dan para pembuat kebijakan mempertahankan proyeksi untuk dua kali pemotongan suku bunga seperempat poin tahun ini.
"Perkembangan ekonomi makro, khususnya imbal hasil yang stabil dan penguatan USD yang baru, belum mendukung harga (emas)," kata analis di ANZ dalam sebuah catatan.
"Meningkatnya ekspektasi inflasi dan sikap hati-hati The Fed telah membebani ekspektasi pasar seputar jumlah pemotongan suku bunga tahun ini."
Dolar ditetapkan untuk mencatat kenaikan mingguan terbesarnya dalam lebih dari sebulan pada hari Jumat. Greenback yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Di tempat lain, perak spot turun 1,6% menjadi $35,82 per ons, sementara paladium turun 0,7% menjadi $1.042,92. Platinum turun 1,5% menjadi $1.287,47, tetapi sedang menuju kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.(alg)
Sumber: Reuters
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...
Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...
Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...
Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...