Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas Naik Karena Data Pekerjaan AS Mengecewakan, Tarif Trump Diblokir
Friday, 30 May 2025 02:08 WIB | GOLD |GOLDEMAS

Harga emas bangkit dari posisi terendah mingguan $3.245 dan naik melewati $3.300 pada hari Kamis (30/5), dibantu oleh laporan pekerjaan yang lebih lemah di Amerika Serikat (AS), sementara pasar menyambut baik keputusan pengadilan AS untuk memblokir tarif Presiden AS Donald Trump. Pada saat penulisan, XAU/USD diperdagangkan pada $3.318 dan naik 0,94%.

Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan bahwa jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim pengangguran, melampaui estimasi dan laporan minggu sebelumnya.

Laporan tersebut menambah tekanan pada Federal Reserve (Fed) untuk melonggarkan kebijakan karena risiko pengangguran yang tinggi telah meningkat. Hal ini, bersama dengan konfirmasi kontraksi dalam Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada Q1 2025, membuat Dolar AS terpuruk, yang meningkatkan prospek logam emas tersebut.

Pada Rabu malam, Bloomberg mengungkapkan bahwa Pengadilan Perdagangan Internasional AS, yang terdiri dari panel tiga hakim, menyatakan bahwa pemerintahan Trump "secara keliru menerapkan undang-undang tahun 1977 dalam mengenakan tarif Hari Pembebasannya pada puluhan negara dan karenanya tarif tersebut ilegal."

Putusan pengadilan AS membebaskan Meksiko, Kanada, dan Tiongkok dari tarif yang sebelumnya dikenakan, yang dikenakan atas keamanan perbatasan AS dan perdagangan fentanil. Namun, tarif atas aluminium, mobil, dan baja tetap tidak terpengaruh. Pemerintahan Trump mengajukan banding atas putusan tersebut, dan Goldman Sachs memperkirakan kebijakan tarif yang luas akan tetap berlaku melalui cara hukum lainnya.

Judul berita pemblokiran Trump memicu reli pada ekuitas global. Emas jatuh ke level terendah mingguan, sementara Indeks Dolar AS (DXY), ukuran nilai Greenback, mencapai level tertinggi mingguan sebesar 100,54.

DXY, yang melacak nilai Dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang, jatuh 0,50% menjadi 99,32.

Minggu ini, para pedagang emas batangan tengah mengamati rilis pengukur inflasi favorit Fed, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE).(alg)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu...
Thursday, 12 February 2026 19:24 WIB

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...

Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat...
Wednesday, 11 February 2026 20:25 WIB

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...

Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali...
Tuesday, 10 February 2026 21:14 WIB

Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...

Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !...
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...

Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS