
Harga emas (XAU/USD) masih mampu mencapai titik tertinggi sepanjang masa di $3.057 sebelum turun mendekati 0,50% ke sekitar $3.041 pada saat penulisan pada hari Kamis (20/3). Meskipun ada tekanan jual dari aksi ambil untung, kenaikan sebelumnya terjadi setelah keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed) semalam, di mana bank sentral mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam kisaran 4,25%-4,50%. Ketua Fed Jerome Powell menegaskan kembali bahwa tarif seharusnya hanya menunda waktu untuk mencapai target inflasi.
Sementara itu, di sisi geopolitik, ketegangan meningkat di Gaza dan Turki. Serangan Israel terus berlanjut di Gaza sambil menyerukan penduduk untuk pindah karena operasi ofensif darat dapat segera diluncurkan. Protes massal meletus di Turki setelah penahanan walikota Istanbul Ekrem Imamoglu, saingan politik utama Presiden Tayyip Erdogan.
Ringkasan harian penggerak pasar: Tekanan ekspor emas
Selama pertemuan Federal Reserve, Ketua Powell mengatakan bahwa kasus dasarnya adalah bahwa setiap kenaikan inflasi yang disebabkan oleh tarif akan bersifat "sementara," tetapi kemudian menambahkan bahwa akan sangat sulit untuk mengatakan dengan yakin seberapa besar inflasi berasal dari tarif dibandingkan faktor-faktor lain. Ia juga mengatakan peluang resesi telah meningkat, meskipun tidak tinggi, Bloomberg melaporkan.
Ekspor Emas Swiss ke AS tetap tinggi pada bulan Februari sebesar 147,4 ton, senilai lebih dari $14 miliar, Reuters melaporkan.
Media Tiongkok menyarankan investor untuk berhati-hati terhadap Emas karena harga kemungkinan akan bergejolak ke depannya, menurut sebuah laporan yang diterbitkan dalam China Securities Journal pada hari Kamis. Harga logam mulia tersebut tinggi karena ketidakpastian geopolitik dan lingkungan ekonomi global yang berubah dengan cepat; investor harus mendiversifikasi aset, menyeimbangkan risiko, dan menghindari mengejar harga yang lebih tinggi secara membabi buta, Bloomberg melaporkan.(Newsmaker23)
Sumber: FXstreet
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...