
Harga emas sempat anjlok di bawah $2.900 pada hari Jumat (14/2), tetapi diperkirakan akan mengakhiri minggu ini dengan kenaikan solid lebih dari 0,80% karena para pedagang membukukan keuntungan menjelang akhir pekan. Data ekonomi di Amerika Serikat (AS) beragam, meskipun dolar AS mencapai titik terendah tahunan dan imbal hasil Treasury AS anjlok. XAU/USD diperdagangkan pada $2.883, turun 1,48% setiap harinya.
Penjualan ritel di Amerika Serikat anjlok tajam pada bulan Januari, membebani dolar AS, yang terus melemah secara menyeluruh. Namun, logam mulia ini diuntungkan oleh para pedagang yang mengkuadratkan posisi mereka di tengah angin segar untuk emas, yang biasanya mendorong harga lebih tinggi.
Setelah data tersebut, investor memperkirakan lebih dari satu penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed). Akibatnya, imbal hasil T-note 10 tahun AS turun enam basis poin menjadi 4,472%.
Data lain mengungkapkan bahwa Produksi Industri membaik pada bulan Januari setelah membukukan angka yang mengecewakan pada bulan sebelumnya.
Tren naik harga emas tetap utuh, meskipun mengalami kemunduran dan telah mencapai level terendah dua hari di $2.878. Harus dikatakan bahwa Indeks Kekuatan Relatif (RSI) keluar dari wilayah jenuh beli setelah bertahan di sana selama sebagian besar bulan Februari. Oleh karena itu, penurunan XAU/USD mungkin terhenti jika pembeli mempertahankan level terendah harian 12 Februari di $2.864.
Hal ini mengungkap level support utama pertama sebagai level psikologis $2.850. Setelah terlampaui, level tertinggi siklus 31 Oktober yang berubah menjadi support di $2.790 adalah yang berikutnya, diikuti oleh swing low 27 Januari di $2.730.
Sebaliknya, jika pembeli mengangkat harga Emas di atas $2.900, resistance berikutnya akan menjadi level tertinggi sepanjang masa di $2.942. Penembusan level tersebut akan membuka jalan menuju $2.950, diikuti oleh tonggak $3.000 untuk logam emas.(Newsmaker23)
Sumber: FXstreet
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...