
Harga emas (XAU/USD) menyerahkan sebagian besar kenaikan intraday-nya menjelang sesi Eropa pada hari Jumat (7/2), meskipun masih mendekati rekor tertinggi yang dicapai awal minggu ini. Dolar AS (USD) bergerak naik di tengah beberapa perdagangan yang diposisikan ulang menjelang rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS, yang pada gilirannya, dipandang sebagai faktor utama yang bertindak sebagai penghambat bagi komoditas tersebut.
Meski demikian, kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dan dampak ekonomi dari kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump mungkin terus bertindak sebagai pendorong bagi harga Emas yang merupakan tempat berlindung yang aman. Selain itu, taruhan bahwa Federal Reserve (Fed) akan tetap pada bias pelonggarannya dan imbal hasil obligasi Treasury AS yang tertekan seharusnya berkontribusi untuk membatasi penurunan emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Dari perspektif teknis, pemantulan semalam dan pergerakan naik berikutnya pada hari Jumat memvalidasi prospek positif jangka pendek untuk harga Emas. Meski demikian, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) menunjukkan kondisi sedikit overbought pada grafik harian dan memerlukan kehati-hatian bagi para pedagang yang optimis. Oleh karena itu, akan lebih bijaksana untuk menunggu konsolidasi jangka pendek sebelum memposisikan diri untuk perpanjangan tren naik yang baru-baru ini terbentuk dari palung bulanan Desember.
Sementara itu, zona horizontal $2.855, diikuti oleh swing low semalam, di sekitar wilayah $2.834, dapat memberikan beberapa dukungan terhadap harga Emas menjelang wilayah $2.815-2.714. Ini diikuti oleh angka $2.800, yang jika ditembus dengan pasti dapat mendorong beberapa penjualan teknis dan menyeret XAU/USD menuju titik tembus resistance $2.773-2.772. Yang terakhir bertepatan dengan titik terendah mingguan dan penembusan yang meyakinkan di bawahnya akan membuka jalan bagi penurunan korektif yang lebih dalam.(Newsmaker23)
Sumber: FXstreet
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...