
Harga emas (XAU/USD) mencari arah setelah mencetak rekor tertinggi baru pada hari Senin dan setelah China membalas pada Selasa pagi terhadap tarif AS yang dikeluarkan selama akhir pekan. Beijing mengenakan tarif 15% pada impor energi AS senilai kurang dari $5 miliar, seperti Batubara dan Gas Alam Cair (LNG), dan biaya 10% pada Minyak Amerika dan peralatan pertanian. Beijing juga akan menyelidiki Google atas dugaan pelanggaran antimonopoli. Pasar tidak jelas tentang apa yang harus dilakukan dengan tarif pembalasan ini dan menunjukkan pola pergerakan harga yang tidak menentu pada hari Selasa.
Di sisi data ekonomi, kalender sepi menjelang laporan Nonfarm Payrolls, yang dijadwalkan pada hari Jumat. Pada hari Selasa, JOLTS Job Openings untuk bulan Desember dapat menjadi topik yang menarik di kemudian hari, diikuti oleh dua pembicara Federal Reserve (Fed), Atlanta Fed Raphael Bostic dan San Francisco Fed Mary Daly. Di sinilah para pemuda akan dipisahkan dari para pria dalam perdagangan setelah China menangkal tarif yang diberlakukan Presiden Trump pada akhir pekan lalu. Pergerakan yang tidak menentu dan volatilitas yang didorong oleh berita utama akan mengambil alih logika aksi harga mulai sekarang. Tetap setia pada level yang lebih besar, yang akan bertindak sebagai support atau resistance intraday dan dalam jangka panjang.
Support pertama muncul pada level bulat $2.800, diikuti oleh $2.790, yang merupakan level tertinggi bulan November. Titik terendah hari Senin dalam pembukaan yang kacau minggu ini di $2.772 seharusnya bertindak sebagai support berikutnya. Setelah level itu tercapai, sprint cepat ke $2.721 dapat berlangsung.
Analis dan ahli strategi telah menyerukan $3.000, tetapi wilayah sekitar $2.800 tampak seperti titik awal yang baik untuk mengambil untung. Berdasarkan aksi harga hari Senin, analisis teknis (titik pivot) menunjukkan $2.839 dan $2.864 sebagai level resistance harian berikutnya. Ini akan menjadi penting, bersama dengan angka-angka besar yang logis seperti $2.850 dan $2.880.(Newsmaker)
Sumber: FXstreet
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...