
Harga emas (XAU/USD) berfluktuasi dalam kisaran sempit di dekat ujung atas kisaran mingguan selama sesi Asia pada hari Kamis(30/1) dan tetap mendekati puncak multi-bulan yang dicapai minggu lalu.
Penurunan baru dalam imbal hasil obligasi Treasury AS dipandang sebagai faktor utama yang bertindak sebagai pendorong bagi komoditas tersebut. Selain itu, kekhawatiran tentang potensi dampak ekonomi dari rencana tarif Presiden AS Donald Trump semakin menguntungkan logam mulia yang merupakan tempat berlindung yang aman.
Sementara itu, permintaan Trump untuk suku bunga yang lebih rendah dan tanda-tanda meredanya inflasi di AS mendukung prospek pelonggaran kebijakan lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed).
Hal ini, pada gilirannya, menunjukkan bahwa jalur yang paling mudah untuk harga Emas tetap ke atas. Meskipun demikian, jeda hawkish Fed pada hari Rabu terus mendukung Dolar AS (USD), yang, bersama dengan nada risiko positif, membatasi logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil. (azf)
Sumber: FXStreet
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...