
Harga emas bergerak turun karena Federal Reserve AS (Fed) bersikap hawkish. The Fed menghapus bahasa inflasi, sebuah indikasi perubahan ke arah mempertahankan suku bunga tidak berubah. XAU/USD diperdagangkan secara fluktuatif dalam kisaran $2.750 - $2.740 saat Ketua Fed Jerome Powell menyampaikan pernyataannya.
Pertanyaan pertama Powell adalah tentang apakah ia telah dihubungi oleh Presiden AS Donald Trump. Ia menjawab bahwa ia belum berbicara dengan Trump dan dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak akan mengomentari kebijakan atau politik Trump.
Selain itu, Powell mengatakan bahwa kebijakan moneter "tidak terlalu ketat seperti sebelumnya," menambahkan bahwa The Fed tidak terburu-buru untuk menyesuaikan suku bunga. Ia menambahkan bahwa Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berada dalam mode tunggu dan lihat, mengamati kebijakan fiskal dan perdagangan yang diterapkan oleh pemerintahan AS yang baru.
Powell mengklarifikasi bahwa The Fed tidak memiliki rencana yang telah ditetapkan sebelumnya untuk menetapkan suku bunga, dan ketika ditanya tentang pertemuan bulan Maret, ia mengatakan bahwa mereka tidak terburu-buru.
Mengingat latar belakangnya, XAU/USD naik turun, namun tetap mendekati $2.750 sedikit lebih rendah. Setelah keputusan Fed, para pedagang mengamati rilis angka Produk Domestik Bruto (PDB), data pekerjaan, dan pengukur inflasi pilihan Fed, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE).
Sebelumnya, Federal Reserve dengan suara bulat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada kisaran 4,25% - 4,50% dan mencabut bahasa inflasi, yang dianggap para pedagang sebagai indikasi bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa ekonomi berkembang dengan solid, tingkat pengangguran telah stabil, dan kondisi pasar tenaga kerja tetap solid. Selain itu, ditambahkan pula bahwa mereka tetap fokus pada kedua sisi mandat ganda tersebut.
Keputusan Fed tersebut bulat.
Imbal hasil Treasury AS 10-tahun naik satu basis poin hingga 4,549% dan membatasi kenaikan Emas. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai dolar terhadap sekeranjang enam mata uang, naik 0,12%, naik ke 108,04, yang menjadi hambatan bagi emas batangan.
Mengingat latar belakangnya, harga Emas memperpanjang penurunannya, namun cukup moderat karena para pedagang menunggu konferensi pers Ketua Fed Jerome Powell.
CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa investor mengharapkan pelonggaran 50 basis poin hingga 2025, dengan pemotongan suku bunga pertama terlihat pada bulan Juni.(Cay) Newsmaker23
Sumber: Fxstreet
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...