
Harga emas (XAU/USD) mulai sedikit menurun pada hari Rabu di sesi perdagangan AS setelah awal minggu yang sangat tidak menentu. Tidak ada pergerakan besar yang diharapkan hingga Rabu ini, karena beberapa pedagang menunggu hingga keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed) di kemudian hari. Suku bunga AS yang lebih rendah sering kali dianggap menguntungkan bagi Emas untuk diperdagangkan lebih tinggi.
Ekspektasi pasar menunjukkan bahwa Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam kisaran 4,25%-4,50%, sehingga pedagang lebih suka fokus pada komentar Ketua Fed Jerome Powell tentang prospek kebijakan bank sentral. Dan di sini, pedagang mungkin akan mengalami kekecewaan besar. Powell tidak diharapkan mengomentari kritik Presiden Donald Trump terhadap Fed atau mengapa atau bagaimana Trump menyerukan suku bunga yang lebih rendah. Sebaliknya, Powell diharapkan untuk mengulangi bahwa bank sentral tetap independen dan bergantung pada data dan akan fokus pada mandat gandanya: inflasi dan pasar kerja. Menurut Bloomberg, ekspektasi pasar adalah Ketua Fed Jerome Powell akan memberikan jeda dovish. Hal ini akan membuat imbal hasil AS turun, yang membuka peluang bagi Emas untuk melonjak lebih tinggi dan mencetak kemungkinan tertinggi baru sepanjang masa.
Dana lindung nilai Australia menginginkan eksposur Emas selama masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump. Mereka bertaruh bahwa pemerintahannya akan gagal menghentikan utang ekonomi AS yang meningkat dan bahwa Emas akan bertindak sebagai penawar bagi kehancuran pasar obligasi, demikian laporan Financial Review.
Pada pukul 19:00 GMT, Fed akan menyampaikan keputusan kebijakan moneternya, diikuti oleh konferensi pers dari Ketua Fed Jerome Powell pada pukul 19:30 GMT.
Untuk saat ini, instrumen CME Fed Futures melihat peluang terbesar untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk bulan Juni, sementara peluang Mei telah kehilangan keunggulannya atas jeda suku bunga lainnya.(Cay) Newsmaker23
Sumber: fxstreet
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...