
Harga emas naik dalam perdagangan Asia pada hari Selasa (21/1) karena dolar melemah tajam semalam, sementara para pedagang mencoba menilai kebijakan Presiden AS Donald Trump setelah pelantikannya.
Harga Emas Spot naik 0,3% menjadi $2.727,39 per ons, sementara Emas Berjangka yang berakhir pada bulan Februari naik 0,4% menjadi $2.743,57 per ons pada pukul 01:28 ET (06:28 GMT).
Para pedagang emas bersiap menghadapi peningkatan volatilitas saat Trump memulai masa jabatan keduanya, dengan pengumuman kebijakan yang diantisipasinya diharapkan akan memengaruhi dinamika pasar.
Logam mulia, yang secara tradisional dipandang sebagai aset safe haven, telah mempertahankan harganya di atas puncak satu bulan. Sentimen pasar saat ini dibentuk oleh interaksi antara potensi pergeseran kebijakan AS dan sikap moneter Federal Reserve.
Trump telah berjanji untuk mengenakan tarif perdagangan baru pada negara-negara tetangganya, dan China untuk menurunkan defisit perdagangannya. Hal ini dapat memberikan kekuatan baru bagi dolar, sehingga memengaruhi harga emas. Indeks Dolar AS turun lebih dari 1% semalam tetapi bangkit kembali di jam-jam Asia, naik 0,3%.
Dolar yang lebih lemah biasanya mendorong harga emas lebih tinggi karena membuat logam tersebut lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.Para pedagang memantau dengan saksama langkah-langkah Trump untuk menilai dampaknya terhadap lintasan emas.
Logam mulia lainnya beragam pada hari Selasa. Platinum Futures turun 0,4% menjadi $958,80 per ons, sementara Silver Futures naik 0,6% menjadi $31,30 per ons.
Di antara logam industri, harga tembaga melemah karena kombinasi dari tarif AS yang diantisipasi, prospek dolar yang lebih kuat, dan kehati-hatian investor setelah pelantikan Trump, membebani logam merah tersebut.
Selama periode meningkatnya tarif dan ketegangan perdagangan, seperti pada pertengahan 2018 dan pertengahan 2019, harga tembaga menurun tajam karena investor mengantisipasi berkurangnya permintaan dari Tiongkok, konsumen tembaga terbesar di dunia. (ayu)
Sumber: Investing.com
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...