
Emas (XAU/USD) terus merosot dari rekor tertingginya, akhirnya menemukan support di $2.724 pada Selasa pagi dan bangkit kembali untuk mendapatkan kembali $2.740-an. Dolar AS (USD) yang sedikit lebih lemah karena ketidakpastian atas hasil pemilihan presiden AS membantu Emas dalam pemulihannya, karena logam mulia tersebut sebagian besar dihargai dan diperdagangkan dalam USD.
Hal ini terjadi karena pasar semakin melihat hasil akhir pemilihan tersebut sebagai polarisasi untuk mata uang AS, dengan kemenangan calon dari Partai Republik Donald Trump yang menguntungkan USD tetapi sebaliknya untuk calon dari Partai Demokrat Kamala Harris.
Emas naik dari arus pengaman karena tingginya tingkat ketidakpastian mengenai hasil pemilihan presiden AS, yang terlepas dari pemenangnya saja dapat menjadi bullish untuk logam kuning tersebut.
"Terlepas dari hasilnya, pergeseran politik yang signifikan dapat mengguncang pasar keuangan, dan ketidakpastian tersebut biasanya memicu volatilitas, dan keduanya dapat menjadi katalisator untuk harga Emas yang lebih tinggi," kata Matthew Jones, analis logam mulia di Solomon Global.
Peramal pemilu yang memiliki peringkat tinggi 538.com mengindikasikan kemungkinan 50% Wakil Presiden Harris menang pada hari Selasa sementara mantan Presiden Donald Trump memiliki peluang menang 49%. Itu menyisakan peluang 1% tidak ada pemenang secara keseluruhan. Selama 24 jam terakhir, Harris telah unggul tipis setelah tertinggal dari Trump selama beberapa hari. Ini mungkin juga menjelaskan perubahan haluan Emas pada hari Selasa.
Jones dari Solomon optimis terhadap Emas secara keseluruhan, melihat hasil pemilu sebagai "win-win" untuk logam mulia terlepas dari kandidat mana yang menang.
Trump di Gedung Putih akan menyebabkan "tekanan inflasi dan ketegangan geopolitik," menurut analis, yang dapat, "memperkuat daya tarik Emas sebagai aset safe haven, mendorong permintaan naik."
Sumber: FXStreet
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan mas...
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pem...
Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS“Eropa kembali ...
Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung ...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...