Saturday, 04 April 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
RECENT NEWS
Nikkei Merah Gara-Gara China?

Bursa saham Jepang dibuka melemah pada perdagangan pagi, seiring meningkatnya ketegangan diplomatik antara Jepang dan China yang membuat pasar lebih waspada terhadap prospek ekonomi Jepang ke depan. Tekanan jual paling terasa di sektor elektronik dan keuangan, yang jadi penarik utama pelemahan indeks. Sejumlah investor memilih mengurangi risiko dulu sambil menunggu kejelasan perkembangan hubungan dua negara tersebut. Di saham-saham besar, Hitachi Ltd. turun sekitar 1,5%, sementara Sumitomo Mitsui Financial Group melemah 1,6%. Pergerakan ini ikut menambah beban ke indeks karena keduanya...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan penguatan setelah naik pada sesi perdagangan AS, dipicu data ekonomi AS yang hasilnya campur aduk. Di Asia, saham Jepang dan Korea Selatan dibuka turun. Di AS, indeks saham global dan S&P 500 sama-sama mencatat penurunan pertama di 2026 pada Rabu, jadi sinyal bahwa optimisme pasar mulai berkurang. Menariknya, Samsung turun 1,5% meski laba kuartalan mereka dilaporkan melonjak lebih dari...

Saham Hong Kong Tertekan

Saham Hong Kong anjlok 367 poin, atau 1,4%, menjadi 26.094 pada perdagangan Kamis pagi, melanjutkan penurunan untuk sesi kedua setelah S&P 500 dan Dow Jones Wall Street merosot dari rekor tertinggi semalam karena data ekonomi AS yang tidak merata. Aksi ambil untung semakin dalam setelah pasar lokal mencapai level tertinggi lebih dari tujuh minggu di awal pekan, di tengah meningkatnya kehati-hatian menjelang data CPI dan PPI China bulan Desember yang akan dirilis Jumat. Ketegangan geopolitik menambah tekanan setelah Beijing melarang ekspor barang-barang dwiguna ke Jepang, sebagai balasan...

Upah Riil Jepang Tertekan, Indeks Nikkei Terkoreksi

Saham Jepang ditutup melemah pada Kamis (8/1) setelah data terbaru menunjukkan upah riil turun pada November 2025 dengan laju tercepat sejak Januari, terutama akibat anjloknya pembayaran bonus satu kali. Sentimen pasar ikut tertekan karena pelemahan upah mempertegas tantangan rumah tangga di tengah tekanan harga yang masih tinggi. Indeks Nikkei 225 turun 1,6% atau 844,72 poin ke level 51.117,26. Data upah ini memperlihatkan inflasi masih cenderung melampaui pertumbuhan pendapatan, sehingga menambah kompleksitas bagi Bank of Japan yang berencana melanjutkan normalisasi kebijakan dan membuka...

Tested EN

Tested ID