Friday, 09 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB | MARKET UPDATE |Saham Asian

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan penguatan setelah naik pada sesi perdagangan AS, dipicu data ekonomi AS yang hasilnya campur aduk.

Di Asia, saham Jepang dan Korea Selatan dibuka turun. Di AS, indeks saham global dan S&P 500 sama-sama mencatat penurunan pertama di 2026 pada Rabu, jadi sinyal bahwa optimisme pasar mulai berkurang. Menariknya, Samsung turun 1,5% meski laba kuartalan mereka dilaporkan melonjak lebih dari tiga kali lipat ke rekor, didorong permintaan server AI.

Dari pasar obligasi, yield Treasury 10-tahun turun sekitar 3 bps ke 4,15% setelah data memperlihatkan tanda-tanda pelemahan di ketenagakerjaan AS. Ini menjaga spekulasi bahwa The Fed masih punya ruang memangkas suku bunga setidaknya dua kali tahun ini. Setelah turun untuk pertama kalinya pekan ini, emas dan perak bergerak stabil.

Analis menilai data semalam yang "campur" membuat pergerakan pasar jadi tidak mulus, dan optimisme risk-on mulai teruji oleh ketidakpastian geopolitik serta outlook ekonomi global yang belum solid. Pekan ini juga padat agenda: Jumat ada rilis payrolls AS, berbarengan dengan putusan Mahkamah Agung terkait tarif global Presiden Donald Trump.

Faktor geopolitik terus jadi sorotan: AS menyita dua tanker minyak yang masuk sanksi dalam langkah karantina energi terhadap Venezuela, Eropa merapat mendukung Denmark saat Trump kembali menguatkan ancaman soal Greenland, dan China memulai penyelidikan anti-dumping terhadap material penting chipmaking dari Jepang. Di komoditas, tembaga turun dari rekor dan logam industri lain ikut terkoreksi karena profit taking, sementara minyak naik tipis di tengah langkah AS yang makin intens terkait Venezuela.

Inti Poin (5 Hal):

- Bursa Asia melemah dua hari, reli awal tahun mulai "kehabisan bensin".

- S&P 500 dan indeks saham global mencatat penurunan pertama di 2026.

- Yield US 10Y turun ke 4,15%, menjaga harapan pemangkasan suku bunga The Fed.

- Geopolitik memanas: Venezuela (tanker disita), Denmark“Greenland, China“Jepang.

- Komoditas campur: logam industri terkoreksi, minyak naik tipis, emas-perak stabil.(asd)

Sumber: Newsmaker.

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

Dow Jones Kembali Mencapai Level Tertinggi...
Wednesday, 7 January 2026 01:11 WIB

Saham-saham AS memperpanjang kenaikannya pada hari Selasa karena ekspektasi beberapa kali penurunan suku bunga oleh Federal Reserve terus mendukung prospek pertumbuhan pendapatan. Dow naik 500 poin d...

LATEST NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. Langkah Washington yang dikaitkan dengan...

Menurut Steven Miran Suku Bunga Tahun 2026 Masih Bisa Turun Sebesar 150 Bps

Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan kepada program Surveillance di Bloomberg...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang berakhir pada 3 Januari. Angka terbaru ini lebih...

POPULAR NEWS
Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE)...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di...

Menurut Petinggi Fed Masih Ada Peluang Pemangkasan Suku Bunga Lanjutan
Tuesday, 6 January 2026 23:47 WIB

Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko...

PBB: Dunia Makin Tidak Aman Usai Aksi AS di Venezuela
Tuesday, 6 January 2026 20:38 WIB

Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi...