Sunday, 05 April 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Thursday, 12 February 2026 19:19 WIB

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor mulai mengurangi risiko di saham - saham berkapitalisasi besar. Dari sisi kontributor penekan indeks, Tencent menjadi salah satu pemberat utama setelah sahamnya turun sekitar 2,3%, menekan sektor teknologi yang belakangan menjadi motor kenaikan pasar. Pelemahan pada emiten berkapitalisasi besar seperti ini biasanya cepat memengaruhi sentimen...

RECENT NEWS
Minyak Bertahan di Level Tertinggi Dalam 2 Minggu karena Ketegangan Rusia dan Iran
Monday, 25 November 2024 11:00 WIB | brent oil Crude Oil

Harga minyak bertahan mendekati level tertinggi dalam dua minggu pada hari Senin(25/11)setelah kenaikan 6% minggu lalu, karena ketegangan geopolitik meningkat antara kekuatan barat dan produsen minyak utama Rusia dan Iran, meningkatkan risiko gangguan pasokan. Minyak mentah Brent berjangka naik 13 sen, atau 0,2%, menjadi $75,30 per barel pada pukul 01.15 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di $71,38 per barel, naik 14 sen, atau 0,2%. Kedua kontrak minggu lalu mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak akhir September untuk mencapai level penyelesaian tertinggi...

Saham Jepang Naik untuk Sesi Kedua
Monday, 25 November 2024 10:30 WIB | Mata Uang Jepang USD/JPY,

Indeks Nikkei 225 melonjak 1,5% ke atas 38.800 sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,9% ke 2.720 pada hari Senin(25/11), dengan saham Jepang naik untuk sesi kedua berturut-turut setelah mengalami tekanan selama dua minggu terakhir. Saham lokal juga mencerminkan pergerakan naik Wall Street, karena data ekonomi AS yang kuat dan optimisme seputar hasil pemilu terus mendukung ekuitas. Ke depannya, investor fokus pada angka inflasi Tokyo, yang akan dirilis minggu ini, karena angka tersebut dilihat sebagai indikator utama tren harga nasional. Saham teknologi memimpin reli, dengan kenaikan...

Minyak Stabil Pasca Kenaikan Mingguan yang Besar karena Meningkatnya Risiko Geopolitik
Monday, 25 November 2024 07:58 WIB | brent oil Crude Oil

Minyak stabil setelah kenaikan mingguan terbesar dalam hampir dua bulan karena risiko geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah membuat investor gelisah. Minyak mentah Brent diperdagangkan di atas $75 per barel setelah melonjak hampir 6% minggu lalu, dengan West Texas Intermediate mendekati $71. Perang Rusia di Ukraina telah meningkat dengan penggunaan rudal jarak jauh oleh kedua belah pihak. Sementara itu, Iran mengatakan akan meningkatkan kapasitas pembuatan bahan bakar nuklirnya setelah dikecam oleh Badan Energi Atom Internasional PBB, karena produsen OPEC bersiap untuk sanksi potensial di...

Harga Emas Stabil Setelah Melonjak Akibat Meningkatnya Perang Ukraina
Monday, 25 November 2024 07:44 WIB | GOLD EMAS

Emas stabil setelah melonjak paling tinggi dalam 20 bulan minggu lalu karena eskalasi perang Rusia-Ukraina meningkatkan permintaan aset safe haven. Emas batangan diperdagangkan mendekati $2.720 per ons setelah melonjak 6% minggu lalu karena konflik memasuki fase baru yang berbahaya. Presiden Vladimir Putin mengatakan pasukannya mungkin menggunakan rudal baru lagi setelah menargetkan Ukraina sebagai balasan atas penggunaan senjata buatan Amerika dan Inggris oleh Kyiv di wilayah Rusia. Mantan Panglima Militer Ukraina Jenderal Valery Zaluzhny mengatakan negara-negara Eropa tidak siap...

AUD/USD Menguat Saat Dolar AS Melemah
Monday, 25 November 2024 07:27 WIB | Dollar Australia, AUD, AUD/USD,

Pasangan AUD/USD menarik beberapa pembeli mendekati 0,6540 selama sesi Asia awal pada hari Senin(25/11). Indeks Dolar AS (DXY) sedikit menurun setelah mencapai level tertinggi baru dalam dua tahun meskipun data Indeks Manajer Pembelian (PMI) S&P AS kuat. Pada hari Senin, Indeks Aktivitas Nasional Fed Chicago AS untuk bulan Oktober dan Indeks Bisnis Manufaktur Fed Dallas untuk bulan November akan dirilis. PMI AS November yang optimis gagal mendongkrak Greenback. Data yang dirilis oleh S&P Global menunjukkan pada hari Jumat bahwa PMI Gabungan Global S&P AS naik menjadi 55,3 dalam...