Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Stabil Pasca Kenaikan Mingguan yang Besar karena Meningkatnya Risiko Geopolitik
Monday, 25 November 2024 07:58 WIB | OIL |brent oilCrude Oil

Minyak stabil setelah kenaikan mingguan terbesar dalam hampir dua bulan karena risiko geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah membuat investor gelisah.

Minyak mentah Brent diperdagangkan di atas $75 per barel setelah melonjak hampir 6% minggu lalu, dengan West Texas Intermediate mendekati $71. Perang Rusia di Ukraina telah meningkat dengan penggunaan rudal jarak jauh oleh kedua belah pihak.

Sementara itu, Iran mengatakan akan meningkatkan kapasitas pembuatan bahan bakar nuklirnya setelah dikecam oleh Badan Energi Atom Internasional PBB, karena produsen OPEC bersiap untuk sanksi potensial di bawah pemerintahan Trump yang kedua.

"Kecaman IAEA dan tanggapan Iran meningkatkan kemungkinan bahwa Trump akan berupaya untuk memberlakukan sanksi terhadap ekspor minyak Iran ketika ia berkuasa," yang membahayakan sekitar 1 juta barel pasokan per hari, kata Vivek Dhar, seorang analis untuk Commonwealth Bank of Australia. Aliran minyak mentah Rusia juga dapat terpengaruh menyusul meningkatnya perang di Ukraina, katanya. Minyak telah diperdagangkan dalam kisaran sekitar $6 per barel sejak pertengahan Oktober ” berganti-ganti antara keuntungan dan kerugian mingguan ” karena kekhawatiran bahwa ketegangan geopolitik akan memengaruhi pasokan mengimbangi ekspektasi kelebihan pasokan pada tahun 2025.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak akan bertemu akhir pekan ini untuk memutuskan produksi, dan bank-bank termasuk Citigroup Inc. dan JPMorgan Chase & Co. memperkirakan akan menunda peningkatan yang direncanakan untuk ketiga kalinya. Timespread menunjukkan peningkatan bullish, dengan sebagian besar spread melebar dalam struktur backwardation menjelang akhir minggu lalu. Spread tiga bulan Brent berada di $1,21 per barel dalam backwardation pada hari Jumat, dibandingkan dengan 70 sen pada awal minggu lalu.(ayu)

Source: Bloomberg

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS