Friday, 10 April 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Thursday, 12 February 2026 19:19 WIB

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor mulai mengurangi risiko di saham - saham berkapitalisasi besar. Dari sisi kontributor penekan indeks, Tencent menjadi salah satu pemberat utama setelah sahamnya turun sekitar 2,3%, menekan sektor teknologi yang belakangan menjadi motor kenaikan pasar. Pelemahan pada emiten berkapitalisasi besar seperti ini biasanya cepat memengaruhi sentimen...

RECENT NEWS
Minyak Siap Naik untuk Minggu Kedua Seiring Menyusutnya Stok Minyak Mentah AS
Friday, 3 January 2025 07:13 WIB | Minyak WTI brent oil Oil, Crude Oil

Minyak menuju kenaikan mingguan kedua karena stok minyak mentah AS terus turun dan karena harga minyak berjangka menembus ambang batas teknis utama. Harga minyak West Texas Intermediate diperdagangkan di atas $73 per barel setelah naik 2% pada hari Kamis ke level tertinggi sejak pertengahan Oktober. Harga minyak Brent ditutup mendekati $76. Persediaan nasional AS turun selama enam minggu berturut-turut, dan stok tetap jauh di bawah rata-rata musiman lima tahunnya. Harga minyak telah keluar dari kisaran sempit yang telah diperdagangkan sejak pertengahan Oktober, dengan pergerakan kedua...

USD/CHF kembali Menguat 0,9050 setelah turun dari level tertingginya
Thursday, 2 January 2025 23:23 WIB | SwissFranc

Pasangan USD/CHF terus menurun dari level tertinggi tujuh bulan di 0,9080, karena Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di dekat 108,30 setelah turun dari level tertinggi multi-tahun di 108,58 yang dicapai pada hari Selasa. Selama jam perdagangan Eropa pada hari Kamis, pasangan USD/CHF diperdagangkan di sekitar 0,9050. Para pedagang kemungkinan akan mengamati Klaim Pengangguran Awal mingguan AS dan PMI Manufaktur Global S&P untuk bulan Desember, yang dijadwalkan akan dirilis nanti di sesi Amerika Utara. Namun, penurunan Dolar AS dapat dibatasi oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve...

Emas melonjak mendekati $2.650 karena investor mempertimbangkan dampak Trump terhadap ekonomi global
Thursday, 2 January 2025 21:44 WIB | GOLD

Harga emas (XAU/USD) memperpanjang kenaikan intraday mendekati $2.650 pada sesi pembukaan Amerika Utara pada hari Kamis(2/1) setelah liburan Tahun Baru. Logam mulia menguat karena daya tariknya sebagai aset safe haven meningkat, dengan investor berfokus pada Presiden terpilih Donald Trump yang akan menjabat pada tanggal 20 Januari. Kebijakan masuk yang diharapkan dari Trump, seperti tarif impor yang lebih tinggi dan pajak yang lebih rendah, akan menjadi keuntungan bagi Emas. Tarif impor yang lebih tinggi akan menyebabkan potensi perang dagang global dan pajak yang lebih rendah akan...

Dolar AS Melemah, Tetapi Tetap Mempertahankan Kekuatan Di Tahun 2025
Thursday, 2 January 2025 17:36 WIB | DOLLAR USD

Dolar AS melemah pada hari Kamis(2/1) karena para pedagang memasuki tahun baru, tetapi greenback tetap mendekati level tertinggi dalam dua tahun yang terlihat di awal minggu dan kemungkinan akan tetap didukung dalam jangka pendek mengingat sikap Fed yang lebih agresif dan ekspektasi terhadap pemerintahan Donald Trump yang akan datang. Pada pukul 04:45 ET (09:45 GMT), Indeks Dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, diperdagangkan 0,1% lebih rendah menjadi 108,215, tetapi tetap mendekati level tertinggi dalam dua tahun yang dicapai pada hari Selasa. Dolar...

Harga Perak Melonjak Mendekati $29,40 Karena Reli Imbal Hasil Treasury AS Terhenti
Thursday, 2 January 2025 17:32 WIB | SILVER

Harga perak (XAG/USD) mengawali tahun 2025 dengan catatan yang kuat. Logam putih tersebut naik hampir 1,50% dalam sesi Eropa hari Kamis(2/1) dan naik mendekati $29,40. Aset tersebut menguat karena reli imbal hasil obligasi AS terhenti setelah melonjak lebih dari 10% dalam empat minggu terakhir Imbal hasil Treasury AS 10 tahun merosot mendekati 4,55%. Imbal hasil obligasi yang lebih rendah pada aset berbunga menunjukkan biaya peluang yang lebih rendah untuk aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti Perak, yang meningkatkan daya tariknya Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY), yang...