Saturday, 18 April 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Thursday, 12 February 2026 19:19 WIB

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor mulai mengurangi risiko di saham - saham berkapitalisasi besar. Dari sisi kontributor penekan indeks, Tencent menjadi salah satu pemberat utama setelah sahamnya turun sekitar 2,3%, menekan sektor teknologi yang belakangan menjadi motor kenaikan pasar. Pelemahan pada emiten berkapitalisasi besar seperti ini biasanya cepat memengaruhi sentimen...

RECENT NEWS
Harga emas naik karena komentar dovish Waller
Saturday, 19 July 2025 01:40 WIB | GOLD

Harga emas menguat selama sesi Amerika Utara pada hari Jumat seiring melemahnya Dolar AS, dengan para pedagang membukukan keuntungan menjelang akhir pekan. Selain itu, komentar Gubernur The Fed ternyata lebih dovish dari yang diperkirakan, mendukung penurunan suku bunga pada bulan Juli. Pada saat penulisan, XAU/USD diperdagangkan pada $3.353, naik 0,43%. Suasana pasar optimis setelah Universitas Michigan (UoM) mengungkapkan bahwa masyarakat Amerika menjadi optimis terhadap perekonomian dan memperkirakan inflasi akan sedikit menurun. Baru-baru ini, Gubernur The Fed Christopher Waller...

Emas Naik Lagi! Fed Dovish, Pasar Cuek, Tapi Gold Tetap Bersinar!
Friday, 18 July 2025 23:33 WIB | GOLD

Emas (XAU/USD) diperdagangkan menguat pada hari Jumat karena investor tetap fokus pada ekspektasi The Fed terhadap data ekonomi AS. Saat penulisan ini, XAU/USD pulih di atas $3.350, mendorong harga mendekati batas atas pola segitiga simetris. Para pedagang mencermati data perumahan AS terbaru yang dirilis pada hari Jumat, dengan Izin Mendirikan Bangunan dan Pembangunan Perumahan untuk bulan Juni memberikan wawasan lebih lanjut tentang kesehatan sektor real estat yang membaik secara signifikan. Sementara itu, University of Michigan (UoM) merilis data Sentimen awal pertama yang naik menjadi...

Emas Naik di Tengah Dolar Tertekan
Friday, 18 July 2025 20:24 WIB | GOLD EMAS

Emas diperdagangkan lebih tinggi pada Jumat pagi karena dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah melemah. Emas untuk pengiriman Agustus terakhir tercatat naik US$17,80 menjadi US$3.363,10 per ons. Harga logam mulia ini diperdagangkan dalam kisaran ketat hampir sepanjang Juli setelah menyentuh rekor tertinggi pada 13 Juni karena prospek penurunan suku bunga lebih lanjut dari Federal Reserve AS melemah karena menunggu penilaian dampak tarif terhadap inflasi dan lapangan kerja. "Dengan strategi suku bunga kami yang menunda pemangkasan suku bunga pertama dari The Fed hingga Desember, dan di...

Dolar AS Tertekan Lagi! Setelah Data Kuat, Fokus Beralih ke Konsumen
Friday, 18 July 2025 19:14 WIB | DOLLAR

Dolar AS (USD) melemah pada hari Jumat (18/7), melemah dari level tertinggi tiga minggu seiring meredanya momentum. Namun, Greenback tetap didukung oleh data ekonomi AS yang kuat yang dirilis minggu ini, yang telah mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga langsung oleh Federal Reserve (Fed). Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak pergerakan Greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, turun sekitar 0,36%, mendekati 98,30 pada sesi Eropa hari Jumat. Penurunan ini terjadi setelah indeks menyentuh level tertinggi tiga minggu pada hari Kamis, sempat mendekati level 99,00. Data AS...

Minyak Menguat Tipis: Sanksi Baru UE Picu Kekhawatiran Pasokan Energi
Friday, 18 July 2025 19:07 WIB | Minyak WTI brent oil

Harga minyak sedikit menguat pada hari Jumat (18/7), menuju kerugian mingguan yang tipis, karena investor mempertimbangkan sanksi baru Uni Eropa terhadap Rusia. Harga minyak mentah Brent berjangka naik 50 sen, atau 0,72%, menjadi $70,02 per barel pada pukul 09.12 GMT, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 61 sen, atau 0,9%, menjadi $68,15 per barel. Pada level tersebut, kontrak-kontrak tersebut menuju kerugian mingguan marjinal masing-masing sebesar 0,5% dan 0,4%. Investor mempertimbangkan potensi dampak terhadap neraca minyak global dari kesepakatan Uni Eropa...