
Saham - saham Jepang kembali mencetak rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir, didorong optimisme politik setelah kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dan ekspektasi agenda ekonomi yang lebih agresif. Indeks Nikkei 225 menembus level psikologis baru melewati 56.000, 57.000, dan bahkan mendekati 58.000 dalam rali yang sering disebut pasar sebagai "Takaichi trade".
Namun, sejumlah pengamat menilai rali ini berpotensi rapuh karena muncul jarak antara lonjakan harga saham dan kondisi fundamental ekonomi. Pada Selasa, Nikkei sempat menyentuh kisaran 57.960 dan indeks disebut sudah naik sekitar 15% sepanjang tahun ini, tetapi sebagian analis menilai penguatan tersebut lebih banyak digerakkan oleh sentimen, likuiditas, dan narasi kebijakan, bukan perbaikan data ekonomi yang solid.
Katalis utamanya adalah keyakinan bahwa mandat politik yang kuat akan membuka ruang untuk belanja fiskal lebih besar, keringanan pajak, dan dorongan investasi khususnya sektor-sektor yang dianggap strategis. Pasar pada dasarnya menyukai kepastian politik, apalagi bila disertai prospek stimulus dan agenda pro-pertumbuhan.
Meski begitu, euforia tersebut dinilai bisa berjalan lebih cepat daripada kejelasan mengenai "biaya" dan sumber pendanaan kebijakan. Jepang berada dalam tekanan karena beban utang pemerintah yang sangat tinggi, sehingga ekspansi fiskal berisiko memperbesar kekhawatiran pasar obligasi dan memicu volatilitas nilai tukar dua faktor yang bisa cepat mengguncang saham jika arah pasar berubah
Dari sisi data, ekonomi Jepang sempat menunjukkan pelemahan pada pertengahan 2025: PDB riil kuartal Juli“September 2025 tercatat turun 0,4% (qoq) atau -1,8% annualized, kontraksi pertama dalam enam kuartal. Artinya, fondasi makro belum sepenuhnya menguat meski bursa bergerak sangat agresif. (asd) [sma]
Source : Newsmaker.id
Indeks Nikkei kembali ditutup di rekor tertinggi, melanjutkan reli setelah capaian all time high pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong optimisme pasar terhadap arah kebijakan Perdana Menteri Jep...
Saham Jepang menguat tajam di Tokyo setelah kemenangan Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu hari Minggu memicu ekspektasi belanja pemerintah bakal semakin besar. Optimisme itu langsung mengangk...
Saham Jepang menutup pekan di zona hijau setelah survei Reuters memberi sinyal ekonomi Jepang kemungkinan kembali tumbuh pada kuartal IV 2025. Optimisme ini ditopang investasi korporasi yang solid dan...
Saham - saham Jepang melemah menjelang pemilu majelis rendah "dadakan" akhir pekan ini, membuat pelaku pasar memilih defensif sambil menunggu arah politik dan gelombang rilis kinerja emiten. Sentimen ...
Indeks Nikkei 225 turun 0,78% dan ditutup di 54.293 pada Rabu (4/2), memangkas sebagian kenaikan sesi sebelumnya. Sentimen pasar tertekan oleh laporan kinerja (earnings) yang mengecewakan dari sejumla...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhawatiran surplus di pasar. Pelaku pasar menilai...
Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelonggaran kebijakan. Investor kini bersikap lebih...
Indeks Hang Seng memperpanjang reli untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Rabu (11/2). Indeks naik 0,3% atau 83,23 poin dan ditutup di 27.266,38, sekaligus menandai level penutupan tertinggi sejak 30 Januari....