
Saham - saham Jepang melemah menjelang pemilu majelis rendah "dadakan" akhir pekan ini, membuat pelaku pasar memilih defensif sambil menunggu arah politik dan gelombang rilis kinerja emiten. Sentimen risk-off muncul karena investor mengurangi posisi di saham-saham yang sensitif terhadap volatilitas, terutama sektor teknologi.
Pada penutupan perdagangan Kamis, Topix turun tipis sekitar 0,1% ke 3.652,41, sementara Nikkei melemah lebih dalam sekitar 0,9% ke 53.818,04. Pergerakan ini mencerminkan pasar yang cenderung "wait and see" menjelang hari pemungutan suara.
Tekanan terbesar datang dari saham-saham terkait teknologi. SoftBank Group menjadi kontributor negatif utama setelah turun sekitar 7%, terseret sentimen usai proyeksi penjualan Arm Holdings dinilai mengecewakan investor membuat minat risiko pada tema AI / tech kembali mereda.
Di sisi domestik, faktor politik ikut menahan minat beli. Perdana Menteri Sanae Takaichi menjadwalkan pemilu pada 8 Februari sebagai langkah untuk memperkuat mandat koalisi. Namun, menjelang momen penting seperti ini, pasar biasanya mengurangi eksposur karena risiko kejutan hasil pemilu bisa memicu pergerakan cepat di yen, obligasi, dan saham.
Selain itu, laporan kinerja perusahaan juga ikut membebani indeks. Saham Rohm misalnya, anjlok sekitar 9% setelah outlook dinilai kurang meyakinkan dan laba operasional kuartal III dilaporkan di bawah ekspektasi rata - rata analis menambah tekanan pada saham chip Jepang.
Intinya, bursa Jepang sedang berada di fase "uji ketahanan": pemilu + earnings jadi kombinasi yang bikin investor lebih selektif. Jika hasil pemilu memberi kepastian arah kebijakan, pasar berpeluang stabil tapi bila muncul sinyal fiskal/agresif yang memicu volatilitas yen dan yield, tekanan di saham bisa berlanjut. (asd) [sma]
Source : Newsmaker.id
Saham Jepang menguat tajam di Tokyo setelah kemenangan Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu hari Minggu memicu ekspektasi belanja pemerintah bakal semakin besar. Optimisme itu langsung mengangk...
Saham Jepang menutup pekan di zona hijau setelah survei Reuters memberi sinyal ekonomi Jepang kemungkinan kembali tumbuh pada kuartal IV 2025. Optimisme ini ditopang investasi korporasi yang solid dan...
Indeks Nikkei 225 turun 0,78% dan ditutup di 54.293 pada Rabu (4/2), memangkas sebagian kenaikan sesi sebelumnya. Sentimen pasar tertekan oleh laporan kinerja (earnings) yang mengecewakan dari sejumla...
Japanese stocks rallied strongly on Tuesday, with the Nikkei 225 surging 3.92% to close at 54,721, setting a new record high. This rally was led by technology stocks and the financial sector, which so...
Indeks Nikkei 225 turun 1,25% menjadi 52.655 sementara Indeks Topix yang lebih luas kehilangan 0,8% menjadi 3.538 pada hari Senin, membalikkan kenaikan sebelumnya dan mengikuti kerugian di seluruh pas...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, dan dolar yang mulai melemah. Pemicu utamanya...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fears of imminent supply disruptions. Brent fell...
Saham Hong Kong langsung tancap gas pada Senin pagi. Indeks Hang Seng naik 488 poin atau sekitar 1,8% ke level 27.051, memantul setelah sempat melemah di sesi sebelumnya. Sentimen ikut ketarik dari Wall Street. Reli pada Jumat bikin Dow Jones...