
Harga minyak menguat tipis pada perdagangan Selasa (20/1) setelah data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan mendorong optimisme permintaan. Brent naik 19 sen (0,3%) menjadi $64,13/barel, sementara WTI Februari yang berakhir hari ini naik 25 sen (0,4%) menjadi $59,69/barel. Kontrak WTI Maret yang lebih aktif ikut naik tipis ke sekitar $59,42/barel. Penguatan ini didorong oleh kabar dari China sebagai importir minyak terbesar dunia. Ekonomi China dilaporkan tumbuh 5,0% sepanjang tahun 2025 dan memenuhi target pemerintah. Aktivitas kilang juga meningkat, dengan throughput kilang naik...
Setelah reli tajam mencapai level tertinggi 13 tahun di awal Juni, perak mengalami koreksi sehat: turun dari sekitar USD¯36“36,4/oz ke area USD¯35,8“36,2/oz hari ini. Pergerakan seperti ini umum terjadi setelah rally besar, saat pelaku pasar melakukan profit-taking. Pelaku pasar mengadopsi posisi wait-and-see sebelum rilis data Non-Farm Payroll (NFP) AS. Fokus shift ke emas sebagai safe-haven, sehingga sementara perak mengalami stagnasi koreksi. Dalam jangka pendek, harga perak masih mendapat dukungan dari defisit pasokan, permintaan industri yang kuat, dan aliran safe-haven.
Harga emas global bertahan stabil diarea positif di kisaran $3.343 per ons setelah reli 2% dalam dua sesi sebelumnya. Saat ini pasar tengah bersikap wait-and-see menjelang dua agenda besar dari AS: pemungutan suara DPR atas RUU pajak Trump dan rilis data ketenagakerjaan Juni. Meskipun dolar AS menguat tipis, sentimen positif terhadap emas tetap terjaga karena kekhawatiran fiskal, ketegangan geopolitik, dan arah kebijakan perdagangan masih menjadi perhatian utama investor. Dukungan tambahan datang dari pembelian bank sentral dan aliran dana ke ETF berbasis emas, yang menunjukkan minat jangka...
Pergerakan perak sekarang fokus pada data pasar tenaga kerja yang akan datang, termasuk laporan penggajian swasta ADP yang akan dirilis pada hari Rabu dan laporan pekerjaan utama bulan Juni pada hari Kamis, untuk sinyal lebih lanjut tentang prospek ekonomi dan potensi pergerakan kebijakan Fed.Saat berita ini dirilis berad,Perak berada pada level $ 36.025/ Toz Sumber: Newsmaker.id
Harga perak terpantau berada di sekitar $36 pada perdagangan sesi Asia hari Rabu (2/7), yang sedikit masih terbebani oleh penguatan ringan Dolar AS (USD). Sentimen pasar saat ini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan ADP AS untuk bulan Juni yang akan dirilis malam ini, yang berpotensi memberikan arah baru bagi pergerakan harga logam mulia. Di sisi lain, permintaan industri yang terus meningkat bisa menjadi faktor pendukung harga perak dalam jangka menengah. Menurut Silver Institute, permintaan global terhadap perak diperkirakan akan mencetak rekor baru pada tahun 2025, dipimpin oleh...
Harga perak berada di level $36.118 per ons, mencerminkan fase konsolidasi setelah reli kuat yang menjadikannya mencapai rekor 13 tahun lalu. Secara fundamental, pelemahan Dolar AS dan ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed memberikan dukungan terhadap permintaan aset safe-haven seperti perak. Selain itu, permintaan industri yang kuat terutama dari sektor energi terbarukan dan elektronik yang menyumbang lebih dari 50% konsumsi global, turut menopang harga . Sumber : Newsmaker.id